Peduli Lahan Gambut, Tim Mahasiswa ITB Sabet Juara 1 LKTI Nasional Geodetic EXPO 2025

Oleh Merryta Kusumawati - Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id — Berangkat dari kepedulian terhadap isu kebakaran lahan gambut dan perubahan iklim, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Presentation dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Geodetic EXPO 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Semarang, pada Senin (3/11/2025).

Tim ITB tersebut terdiri atas Rianti Rahmadani, Fikri Maulana Yusup, dan Dyesz Tiara Tshafira, dengan bimbingan Dr. Riantini Virtriana, S.T., M.T. Prestasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa ITB dalam pengembangan riset berbasis geospasial untuk menjawab tantangan lingkungan.

Terbentuk dari Ketertarikan Bersama pada Isu Lingkungan
Gagasan tim bermula dari pengalaman personal sekaligus keprihatinan Rianti terhadap kebakaran lahan gambut di daerah asalnya, Riau. Ketertarikannya pada bidang remote sensing mendorongnya untuk mengajak dua rekannya, Fikri dan Fira, yang memiliki minat serupa pada GIS dan penginderaan jauh.

“Aku memang tertarik mengeksplorasi remote sensing, terutama terkait permasalahan lahan gambut yang mudah terbakar. Dari situ aku mengajak Fikri karena sudah saling mengenal sejak TPB, lalu mengajak Fira yang juga memiliki ketertarikan yang sama,” ujar Rianti.

Dari kesamaan minat tersebut, terbentuklah tim dengan kekuatan riset dan pemetaan spasial yang solid.

Motivasi: Isu Perubahan Iklim dan Urgensi Pengelolaan Lahan Gambut
Fikri dan Rianti mengungkapkan bahwa motivasi utama mereka mengikuti kompetisi ini adalah relevansi tema lomba dengan tantangan perubahan iklim di masa depan.

“Penerapan GIS dan remote sensing dengan pendekatan machine learning sangat relevan dengan permasalahan saat ini. Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar, dan ketika terbakar akan menghasilkan emisi yang sangat tinggi,” jelas mereka.

Melalui karya ilmiah ini, tim berharap dapat berkontribusi dalam mendukung target Net Zero Emission 2060, sekaligus selaras dengan fokus Geodetic EXPO terkait pemanfaatan data geospasial untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari Abstrak hingga Final: Perjuangan Presentasi dari Atas Kapal
Tahapan lomba diawali dengan seleksi abstrak. Tim ITB mengusung gagasan pemanfaatan machine learning, remote sensing, dan GIS untuk menganalisis risiko kebakaran lahan gambut, sekaligus melakukan komparasi beberapa metode machine learning yang dinilai paling optimal. Setelah lolos tahap abstrak, mereka melanjutkan ke penyusunan full paper dan berhasil masuk sebagai finalis nasional.

Tantangan unik terjadi pada sesi presentasi final. Ketiga anggota tim saat itu sedang mengikuti ekskursi hidrografi dalam mata kuliah Hidrografi, sehingga harus melakukan presentasi secara daring dari atas kapal dan bus selama perjalanan.

“Untuk penyusunan paper semuanya berjalan lancar. Tantangan terbesar justru saat presentasi, karena kami harus menyiapkan segalanya di tengah mobilisasi dari kapal ke bus. Namun, alhamdulillah semuanya dapat terlewati dengan baik,” ungkap Fira.

Pada pengumuman resmi keesokan harinya, tim ITB dinobatkan sebagai Juara 1 Nasional, disertai penghargaan tambahan sebagai Best Presentation.

Strategi Tim: Percaya, Komunikasi, dan Komitmen Belajar
Menghadapi dinamika lomba dan berbagai tantangan di lapangan, Fikri menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan dalam tim.

“Yang paling penting adalah percaya pada tim. Ketika ada yang mengalami kesulitan, komunikasikan, diskusikan, dan belajar bersama. Semua bisa diatasi jika tim solid,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi tim adalah apresiasi dari para juri. “Ada juri yang menyebut karya kami next level dan bahkan menyarankan untuk dikembangkan menjadi Tugas Akhir. Mereka menilai analisis komparasi metode machine learning untuk pemetaan risiko kebakaran gambut cukup kompleks dan menantang,” tutur Rianti.

Pesan untuk Mahasiswa ITB
Menutup perjalanan mereka, ketiga mahasiswa ini menyampaikan pesan bagi mahasiswa ITB yang ingin berprestasi.

“Jangan takut untuk memulai dan jangan takut belajar. Jika menemui kendala, jangan ragu untuk berdiskusi dengan para ahli. Dosen-dosen di ITB sangat terbuka dan suportif. Teruslah mengeksplorasi,” pesan Fira dan Fikri.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa ITB dalam isu lingkungan, pemetaan spasial, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

#prestasi #prestasi mahasiswa #sdg3 #climate action #sdg15 #life on land #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg4 #quality education #sdg17 #partnerships for the goals