Pesan Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo pada Wisuda ITB: Pentingnya Lulusan yang Siap Terjun Langsung dan Melahirkan Terobosan Bagi Bangsa

Oleh Dina Avanza Mardiana - Mahasiswa Mikrobiologi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, menyampaikan pidato mengenai kepemimpinan bertajuk From Survival to Impact (Dari Kelangsungan Hidup Menuju Dampak Nyata) pada Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 sesi dua, di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Kamis (27/8/2026).

Letjen Kunto berpandangan bahwa lahirnya sebuah inovasi berawal dari keberanian individu untuk berhadapan langsung dengan masalah tanpa pernah berusaha melarikan diri. Ia menerangkan bahwa eksistensi kemanusiaan dibentuk oleh kemampuan membangun sejarah mandiri, menciptakan strategi mandiri, mengelola manajemen diri, dan menjalankan kepemimpinan.

Setiap calon pemimpin masa depan juga diimbau untuk menyelaraskan empat pilar ekosistem organisasi, yaitu elemen manusia, regulasi, sarana dan prasarana, serta instrumen anggaran.

Untuk mengilustrasikan transisi akademik ke medan pengabdian masyarakat, Letjen Kunto menganalogikan posisi wisudawan seperti seorang penerjun payung yang siap melompat dari pintu pesawat. Masa studi di kawah candradimuka perguruan tinggi telah menempa idealisme serta penguasaan sains para lulusan secara komprehensif.

"Hari ini, saat upacara wisuda selesai, Anda berdiri tepat di depan pintu pesawat dan siap meluncur ke dunia nyata," tuturnya menggambarkan debar ketidakpastian yang dihadapi lulusan.

Guna mendarat dengan selamat di tengah terpaan dinamika lingkungan, ia menegaskan pentingnya penguasaan lima elemen kunci, yakni pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), pengalaman (experience), konsistensi (consistency), dan komitmen (commitment).

Pengetahuan bertindak sebagai pengendali arah diri, sementara keterampilan dan pengalaman lapangan dibentuk dari ketabahan mengarungi ujian nyata. Letjen Kunto menekankan bahwa komitmen menuntut pengorbanan, sebab hanya mereka yang pernah merasakan pahitnya perjuangan yang dapat menghargai manisnya keberhasilan.

Ia pun mendorong para wisudawan untuk selalu bersikap berani dalam menyikapi setiap persoalan bangsa. Sikap pasif atau menghindar hanya akan memberikan celah bagi pihak lain untuk mengambil alih peran strategis, sehingga berisiko menggeser posisi generasi muda di tanah airnya sendiri.

"Jangan pernah menghindari masalah tersebut, melainkan carilah dan hadapilah secara jantan. Jika kita memilih menghindar, kita hanya memberikan peluang bagi pihak lain untuk mengambil alih peran kita," ujarnya.

Di era transformasi digital, peranan teknologi dipandang krusial dalam mengakselerasi improvisasi, mewujudkan inovasi, menjamin keberlangsungan sistem, serta menciptakan simbiosis mutualisme. Pengalaman teknokratis di wilayah kepulauan terluar membuktikan bahwa keberanian menembus birokrasi yang kaku menjadi kunci utama melahirkan terobosan berdampak.

Kunto pun merumuskan empat dimensi kualitas manusia unggul yang wajib ditumbuhkan di era modern, yaitu sehat secara fisik dan pola pikir, pintar melalui ketekunan belajar, cerdas dalam beradaptasi serta membangun jejaring, dan beruntung melalui pendekatan diri kepada Tuhan.

Ia memposisikan generasi terdahulu sebagai jembatan (bridge generation) yang siap menyerahkan estafet kepemimpinan kepada para lulusan ITB. Menurutnya, relevansi keilmuan perguruan tinggi ditentukan oleh sejauh mana teori akademik mampu diterjemahkan menjadi solusi konkret di tengah masyarakat.

"Tantangan ke depan bukan lagi sekadar angka IPK 4.0, melainkan bagaimana Anda mengaktualisasikannya menjadi nilai 5.0 di lapangan kerja nyata dengan memadukan keilmuan, teknologi, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.

#itb #wisuda itb #kunto arief wibowo #pangkogabwilhan i #kepemimpinan #wisudawan itb #inovasi #teknologi #transformasi digital #pengembangan sdm #sdg 4 #pendidikan berkualitas #sdg 8 #pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi #sdg 9 #industri inovasi dan infrastruktur #sdg 16 #perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh