Prof. Puji Lestari dari FTSL ITB Bawa Kajian Polusi Udara Indonesia ke Forum ICAST 2026 Taiwan

Oleh --- -

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id — Guru Besar sekaligus Ketua Kelompok Keahlian (KK) Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Puji Lestari, Ph.D., menjadi plenary speaker dalam The 33rd International Conference on Aerosol Science and Technology (ICAST 2026) yang berlangsung di Tunghai University, Taichung, Taiwan, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026). Selain menyampaikan sesi pleno, Prof. Puji juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam diskusi panel internasional

Selain menyampaikan materi dalam sesi pleno, Prof. Puji, yang juga Ketua Asosiasi Aerosol Indonesia, turut menjadi panelis dalam Asian Aerosols Partnership Forum, bersama para ahli dari sejumlah negara di Asia. Kehadiran tersebut menjadi ruang untuk berbagi perkembangan penelitian kualitas udara di Indonesia sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam menghadapi persoalan pencemaran udara yang bersifat lintas wilayah.

ICAST 2026 mengangkat tema “Smart Aerosol Technology, Leading a Sustainable Future”. Konferensi ini mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk membahas berbagai isu terkait aerosol, mulai dari kebijakan dan strategi, pemantauan dan karakterisasi, kesehatan dan lingkungan, keberlanjutan, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial dan inovasi berbasis data.

Dalam sesi pleno, Prof. Puji memaparkan kajian mengenai polutan partikulat halus PM2,5 di Indonesia. Pembahasannya mencakup emisi dan konsentrasi PM2,5, karakteristik partikulat, identifikasi sumber pencemar, hingga berbagai pendekatan mitigasi untuk mengurangi pencemaran udara.


Kajian terhadap PM2,5 menjadi penting karena upaya pengendalian kualitas udara tidak hanya memerlukan informasi mengenai seberapa tinggi konsentrasi polutan, tetapi juga pemahaman mengenai karakteristik dan sumber pencemarnya. Informasi tersebut dapat menjadi dasar ilmiah dalam menentukan strategi mitigasi yang lebih tepat sesuai dengan karakteristik pencemaran di suatu wilayah.

Rekam jejak Prof. Puji dalam bidang ilmu aerosol, pencemaran udara, kualitas udara dalam ruang, serta teknologi kecerdasan artifisial menjadi salah satu alasan panitia ICAST 2026 mengundangnya sebagai plenary speaker. Bidang-bidang tersebut dinilai sejalan dengan tema konferensi yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan lingkungan dan mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Mendorong Kolaborasi Peneliti di Asia
Dalam rangkaian konferensi tersebut, Prof. Puji juga berpartisipasi sebagai panelis dalam Asian Aerosols Partnership Forum. Forum ini dipimpin oleh Prof. Neng-Huei George Lin dari National Central University, Taiwan.

Selain Prof. Puji yang mewakili Indonesia, diskusi tersebut menghadirkan Prof. Dr. Mohd Talib Latif, President of Malaysian Aerosols and Air Quality Research Society (MAAQR) sekaligus Director of the Institute of Climate Change, Universiti Kebangsaan Malaysia; Dr. Hiroshi Tanimoto, Director of the Earth System Division, National Institute for Environmental Studies (NIES), Jepang; serta Dr. Bat-Erdene Batnasan, Director of Mongolia Foundation for Science and Technology, Mongolia.


Para panelis membahas berbagai tantangan aerosol dan kualitas udara yang dihadapi negara-negara di Asia, termasuk keterkaitan antara pencemaran udara dan perubahan iklim. Diskusi juga mengarah pada upaya membangun kolaborasi yang lebih erat melalui pengembangan forum kemitraan di Asia.

Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para peneliti dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun penelitian bersama, serta mengembangkan langkah kolaboratif dalam menjawab persoalan aerosol dan kualitas udara di kawasan Asia.

Keterlibatan Prof. Puji dalam ICAST 2026 menunjukkan kontribusi akademisi ITB dalam membawa hasil kajian mengenai kualitas udara Indonesia ke tingkat internasional. Melalui pertukaran ilmu pengetahuan dan penguatan jejaring lintas negara, penelitian di bidang aerosol dan pencemaran udara diharapkan dapat semakin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, baik di Indonesia maupun kawasan Asia.

#ftsl #kualitas udara #sdg3 #good health and well being #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals