Rancang Strategi Pengembangan Skala Perusahaan, Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Kompetisi Bisnis Nasional

Oleh Rasya Ihza Ramadhan - Teknik Fisika, 2023

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim Belajar Bareng Bareng ITB meraih juara 1 dan penghargaan Best Presenter pada ajang Business Case Competition, di UNTAR 2 Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Dok. tim)

JAKARTA, itb.ac.id — Tiga mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) angkatan 2023 yang tergabung dalam Tim Belajar Bareng Bareng meraih juara 1 dalam ajang Business Case Competition yang diselenggarakan oleh Immanta Untar.

Tim ini terdiri atas Nasywa Ayesha Budiman, Jemima Pramesti Hasiani, dan Mochamad Akmal Ramadan. Selain meraih prestasi tim, Nasywa mendapatkan penghargaan Best Presenter dalam kompetisi tersebut.

Kompetisi ini menantang peserta menganalisis permasalahan bisnis yang dihadapi suatu perusahaan, kemudian merancang strategi yang relevan, aplikatif, dan berbasis data. Dalam kompetisi tersebut, tim melalui dua tahap seleksi sebelum akhirnya masuk ke babak final. Pada tahap final, setiap tim dituntut menyelesaikan studi kasus bisnis dan menyusunnya dalam bentuk presentasi atau pitch deck dalam waktu terbatas.

Pembuka presentasi tim berjudul “Strategi Scaling Up ALT Group Melalui Strategi ELIXR”, Rabu (20/5/2026). (Dok. tim)

Dalam kompetisi ini, tim menghadirkan inovasi bernama ELIXR, sebuah strategi scaling up untuk ALT Perfumery, yang dirancang untuk membantu perusahaan mengembangkan bisnis secara lebih terukur melalui penguatan multihero portfolio, customer database, cross-brand bundling, brand experience, serta operational control. Melalui pendekatan tersebut, tim berupaya merancang pertumbuhan bisnis yang tidak hanya cepat, tetapi juga realistis, relevan dengan konsumen, dan berkelanjutan dalam tiga tahun ke depan.

Tim menjelaskan bahwa permasalahan utama yang ingin mereka jawab adalah bagaimana perusahan dapat melakukan scaling up bisnis secara realistis di tengah meningkatnya biaya marketing, menurunnya efektivitas promosi, ketatnya persaingan parfum lokal, serta kebutuhan ekspansi ke kanal daring, luring, dan internasional.

“Kami memilih topik ini karena strategi scaling up sebuah brand merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa solusi yang dirancang tidak cukup hanya menarik secara kreatif, tetapi juga harus dapat menjawab kebutuhan branding, marketing, sales plan, serta risiko operasional yang mungkin muncul,” ujar Nasywa.

Dalam menyusun solusi, tim menggunakan berbagai kerangka analisis bisnis, mulai dari PESTLE, Porter’s Five Forces, SWOT-TOWS, root cause analysis, competitor analysis, customer persona, TAM-SAM-SOM, QSPM, financial projection, hingga risk mitigation.

“Penggunaan metode tersebut membantu tim untuk menjaga agar solusi yang kami tawarkan tetap sesuai dengan akar masalah dan tidak melenceng dari kondisi riil perusahaan,” kata Jemima.

Salah satu keunggulan ELIXR adalah pendekatannya yang tidak berhenti pada ide kampanye semata. Strategi tersebut disusun sebagai roadmap scaling yang terintegrasi, mencakup pengembangan produk, pengelolaan data pelanggan, sistem bundling lintas brand, pengalaman konsumen, affiliate system, hingga dashboard operasional. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan awareness dan sales, tetapi juga membangun pertumbuhan yang feasible dan berkelanjutan.

Tim memaparkan analisis potensi pasar parfum lokal Indonesia dan tantangan ALT Group dalam mengurangi ketergantungan pada hero product serta marketplace melalui strategi ELIXR, Rabu (20/5/2026). (Dok. Tim Belajar Bareng Bareng)

Proses penyusunan karya dimulai dengan memahami kasus bersama-sama, mengumpulkan data, serta memetakan persoalan utama melalui analisis eksternal, internal, dan kompetitor. Setelah menemukan akar masalah, tim menyusun beberapa alternatif strategi, memilih solusi berdasarkan pertimbangan dampak dan kemungkinan, lalu mengembangkan ELIXR menjadi roadmap yang dilengkapi implementasi, proyeksi finansial, KPI, dan mitigasi risiko.

Pengalaman paling berkesan bagi tim terjadi pada malam menjelang presentasi. Setelah menyelesaikan deck dan melakukan submit, mereka masih harus menyelesaikan tugas praktikum sebelum akhirnya menyusun script dan latihan presentasi hingga larut malam. Meski melelahkan, momen tersebut menjadi pengalaman yang mempererat kerja sama tim.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kemauan untuk terus mencoba dan belajar dari pengalaman. Kami tidak langsung meraih kemenangan pada percobaan pertama. Sebelumnya, kami pernah mengikuti beberapa kompetisi, mengalami kegagalan, masuk final tanpa menang, bahkan sempat menyerah karena case yang dirasa terlalu sulit. Namun, pengalaman-pengalaman itu justru menjadi bekal bagi kami untuk memperbaiki diri,” ujar Jemima.

Tim juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang menyeluruh dalam menyelesaikan kasus bisnis. Peserta tidak boleh langsung berorientasi pada solusi, tetapi perlu memahami masalah secara komprehensif terlebih dahulu agar strategi yang dihasilkan benar-benar relevan dan berbasis data.

Melalui capaian ini, Tim Belajar Bareng Bareng berharap solusi yang mereka susun dapat memberikan manfaat bagi pihak ALT dan menjadi gambaran bagi pelaku usaha lokal mengenai pentingnya strategi pertumbuhan yang terukur. Mereka juga berharap pengalaman ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba kompetisi serupa, belajar dari proses, dan terus mengembangkan diri.

#itb #itb berdampak #mahasiswa itb #prestasi mahasiswa #prestasi nasional #teknik industri itb #business case competition #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure