Rektor Ajak Mahasiswa KKN ITB 2026 untuk Berkolaborasi dan Meninggalkan Legasi

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id – Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB). Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. mengajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITB 2026 untuk dapat berkolaborasi dan meninggalkan legasi yang bermanfaat di masyarakat pada Pembekalan Hari Ketiga KKN ITB 2026, di ITB Kampus Ganesha, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 mahasiswa secara luring di kampus Ganesha, serta dihadiri secara daring oleh mahasiswa dari kampus Jatinangor dan Cirebon.

Melalui materi bertajuk “Memimpin dengan Aksi dan Sinergi Kolaboratif untuk Mewujudkan Dampak Nyata”, Rektor ITB menekankan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran penting yang tidak dapat diperoleh di dalam ruang kuliah.

Ia menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman berharga selama pelaksanaan KKN.  “KKN mengharuskan mahasiswa keluar dari zona nyaman dan berada di lingkungan masyarakat yang beragam. Di sanalah kepekaan, rasa, dan karakter akan dilatih,” ujarnya.

Prof. Tata juga menyampaikan bahwa ITB memberikan perhatian serius terhadap program KKN sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pembelajaran yang komprehensif, mampu berdialog dengan berbagai pihak, serta menemukan solusi atas tantangan nyata di lapangan.

Prof. Tata pun menyoroti pentingnya kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin. Hal ini sejalan dengan lingkungan kerja saat ini yang semakin kompleks dan menuntut kolaborasi lintas bidang, hingga keputusan tidak lagi diambil secara individu melainkan melalui kerja tim.

“KKN menjadi ruang untuk berlatih berorganisasi, berkontribusi, serta meninggalkan karya dan legasi yang dapat memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kemajuan bangsa, terutama dalam upaya keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri. Melalui KKN, mahasiswa didorong untuk mengasah kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Sukses itu berada di luar zona nyaman. Ketika kita berani melangkah, kita akan tumbuh, menjadi lebih adaptif, dan tidak takut mencoba hal baru,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa KKN bukan semata-mata kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk berkembang secara personal dan sosial.

#itb #institut teknologi bandung #itb berdampak #kkn itb #mahasiswa itb #pengabdian masyarakat #multidisiplin #pendidikan karakter #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg17 #partnerships for the goals