Tim 12 TEP ITB Gelar Edukasi tentang TBC Anak Bersama Kader Posyandu dan Nakes di Distrik Yapsi, Papua
Oleh -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Tim 12 TEP ITB bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, dan orang tua peserta Edukasi di Kampung Kwarja, Distrik Yapsi.
YAPSI, itb.ac.id — Tim 12 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Edukasi Kesehatan Tuberkulosis pada Anak” di Balai Kampung Kwarja dan Balai Kampung Bumi Sahaja, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (13/10/2026) dan Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta sekitar 70 ibu dan anak.
Tim 12 TEP ITB merupakan bagian dari Tim Ekspedisi Patriot ITB yang berkontribusi dalam penguatan masyarakat di kawasan transmigrasi melalui berbagai kegiatan, termasuk edukasi kesehatan dan kolaborasi dengan kader Posyandu serta tenaga kesehatan setempat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TBC) pada anak karena karakteristik klinis TBC pada anak dapat berbeda dari TBC pada orang dewasa. Pemahaman yang tepat diharapkan membantu orang tua mengenali gejala, memahami langkah pencegahan, dan mengetahui pentingnya pemeriksaan serta penanganan yang sesuai.
.jpg)
Tim 12 TEP ITB bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, dan orang tua peserta Edukasi di Kampung Bumi Sahaja, Distrik Yapsi.
Dalam sambutannya, Ellen Kristi Suebu, Amd. Keb., bidan dari Kampung Kwarja, mengingatkan para kader Posyandu agar memperhatikan setiap materi yang disampaikan. Hal ini karena kader Posyandu memiliki peran dalam meneruskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan memahami materi secara baik, kader diharapkan dapat menyampaikan informasi yang tepat kepada keluarga di lingkungan masing-masing.
Kegiatan edukasi ini menggunakan “Modul Penyuluhan Tuberkulosis pada Anak” yang disusun oleh tim akademisi dan peneliti dalam Program Equity Community Development Institut Teknologi Bandung tahun 2025/2026. Modul tersebut ditulis oleh Dr. apt. Pratiwi Wikaningtyas, apt. Yangie Dwi Marga Pinanga, Ph.D., apt. Bhekti Pratiwi, M.Si., apt. Silma Aulia Rahmah, M.S.Farm., Farhan Harsya Syaputra Rizal, Aqilya Saharani Elfajri, Yusriyah Maharani Malik, dan Sendy Ramadona. Modul ini memuat pembahasan sistematis mengenai TBC pada anak untuk menjembatani informasi medis dengan pemahaman masyarakat.
.jpg)
Achmad Sobri, S.P.W.K., dari Tim 12 TEP ITB, menyampaikan materi mengenai Tuberkulosis pada Anak kepada orang tua dan kader yang datang saat posyandu di Kampung Bumi Sahaja, Distrik Yapsi.
Materi pertama disampaikan oleh Achmad Sobri, S.P.W.K., dari Tim 12 TEP ITB. Ia membahas pengantar tuberkulosis, data dan fakta TBC, penyebab dan faktor risiko, tanda, gejala, dan deteksi tuberkulosis. Melalui pemaparan ini, peserta diajak memahami TBC secara lebih menyeluruh, mengenali gejala yang perlu diwaspadai, serta mengetahui pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Nabila Putri Bangun, S.Si., dari Tim 12 TEP ITB, menyampaikan materi mengenai Tuberkulosis pada Anak kepada orang tua dan kader yang datang saat posyandu di Kampung Kwarja, Distrik Yapsi.
Selanjutnya, Nabila Putri Bangun, S.Si., dari Tim 12 TEP ITB, menyampaikan materi mengenai dampak dan beban penyakit tuberkulosis, pencegahan penularan, terapi tuberkulosis pada anak, dan kepatuhan minum obat serta peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung kesembuhan pasien yang mengidap penyakit ini.
Materi pencegahan penularan tuberkulosis mencakup penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), etika batuk dan bersin, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan memastikan obat diminum secara teratur hingga pengobatan selesai untuk mendukung keberhasilan terapi.
Salah satu peserta dari Kampung Bumi Sahaja menyampaikan apresiasinya atas edukasi yang diberikan oleh Tim 12 TEP ITB.
“Dari tadi kita sudah diberikan edukasi tentang penyakit tuberkulosis atau biasa disebut TBC. Kami mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak Tim 12 TEP ITB atas ilmu yang diberikan, supaya kita lebih memahami cara mencegah TBC dan menjaga kesehatan keluarga,” ungkapnya.
.jpg)
Salah seorang orang tua di Distrik Kwarja sedang membaca modul Penyuluhan Tuberkulosis pada Anak yang diberikan oleh Tim 12 TEP ITB.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran mengenai TBC pada anak. Kader Posyandu diharapkan dapat menjadi penghubung informasi kesehatan di masyarakat, khususnya dalam mendorong deteksi dini, pencegahan penularan, dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan edukasi di Kampung Kwarja dan Kampung Bumi Sahaja, Tim 12 TEP ITB berharap pengetahuan orang tua dan kader Posyandu mengenai TBC pada anak semakin meningkat. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat diharapkan dapat memperkuat penyebarluasan informasi kesehatan dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.
.jpg)

.jpg)
.jpg)




.jpg)