Tim Ganesis ITB: Inovasi Robotika untuk Menyelesaikan Tantangan Global dan Mewakili Indonesia di KRTMI
Oleh Syabina Er Said - Mahasiswa Teknik Dirgantara, 2020
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id — Tim Ganesis, sebuah kelompok riset yang tergabung dalam sub lomba KRTMI (Kontes Robot Tematik Indonesia) pada Lomba Robot Indonesia (LRI), berhasil menarik perhatian dengan terobosan teknologi robot mereka yang unik. Sebagai bagian dari Unit Robotika (URO) Institut Teknologi Bandung (ITB), tim ini dipimpin oleh Sulthan Nabil Rajendra, mahasiswa Teknik Fisika 2022.
KRTMI adalah ajang yang mengharuskan tim menciptakan robot dengan solusi kreatif sesuai dengan masalah dan kondisi yang dihadapi Indonesia, terutama di saat-saat krisis. Sebagai contoh, pada masa pandemi Covid-19, tim Ganesis berhasil menciptakan robot yang dapat membantu menangani pasien Covid-19. Setiap tahunnya, masalah yang dihadapi dalam lomba berbeda, namun tetap berfokus pada teknologi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Setiap tahun, kami selalu dihadapkan pada tantangan baru, dan pendekatan teknis yang kami gunakan pun selalu berubah untuk mencapai tujuan. Namun, inti dari pekerjaan kami tetap sama, yakni memberikan solusi nyata melalui inovasi teknologi robot," ujar Sulthan saat diwawancarai di ex ITB Press, Sabtu, 15 Maret 2025.
Dari sisi teknis, meskipun algoritma dasar yang digunakan cenderung sama dan sering mengandalkan platform seperti GitHub untuk dokumentasi dan kolaborasi, tim yang dulunya bernama Pandago ini selalu melakukan inovasi dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak. "Kami selalu belajar dari awal dan mengembangkan kemampuan anggota yang baru bergabung. Banyak dari mereka yang memulai dari nol dan bertransformasi menjadi ahli," kata Sulthan.
Menghadapi tantangan yang semakin kompleks, tim ini tetap fokus pada pengembangan robot yang dapat menyelesaikan misi spesifik dalam lomba. Salah satu produk unggulan mereka adalah robot yang mampu bergerak di berbagai medan dengan mekanisme suspensi dan penggerak roda yang disempurnakan, serta dilengkapi dengan sistem canggih seperti lengan robot 4-DoF dan sistem pengambilan bola otomatis untuk lomba tahun ini.
Namun, perjalanan mereka tak lepas dari berbagai kendala. Menurut Sulthan, salah satu tantangan terbesar adalah jumlah anggota yang terbatas, serta perbedaan latar belakang disiplin ilmu yang membuat pembagian tugas sering kali menjadi hambatan. "Meskipun demikian, kami terus berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dan tetap berkontribusi dalam setiap lomba, meski terkadang dokumentasi dan laporan yang kami buat tidak sebanyak yang diharapkan."

Keuangan juga menjadi salah satu kendala. Tim ini mengandalkan dana terbatas yang disalurkan melalui kampus, memaksa mereka untuk berinovasi dalam efisiensi biaya. Meski begitu, harapan tim untuk dapat terus berkembang dan berprestasi dalam lomba-lomba robotik internasional tetap tinggi.
Sulthan menyampaikan pesan inspiratif bagi para anggota tim dan generasi mendatang, "Meski banyak rintangan dan tantangan, selama dua tahun terakhir kami tidak pernah menyesal. Banyak pelajaran berharga yang kami ambil, dan meskipun tidak selalu mudah, perjalanan ini benar-benar memberikan pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan di tempat lain."
Kini, tim Ganesis semakin mantap melangkah ke ajang internasional, dengan mempersiapkan diri untuk berkompetisi dalam Lomba Robotik Tekno Fest di Turki. Dengan semangat inovasi dan dedikasi yang tinggi, Ganesis siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membawa nama baik ITB ke pentas dunia.
Reporter: Syabina Er Said (Teknik Dirgantara, 2020)