Tim Mahasiswa ITB Raih Prestasi Nasional dengan TAPAK, Inovasi untuk Bantu Akurasi Layanan Transjakarta

Oleh Johanes Wijaya Susanto - Teknik Telekomunikasi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim “SIXSIGMA” ITB meraih juara 1 Transjakarta MX Case Competition 2026 pada Minggu (10/5/2026). (Dok. Panitia)

JAKARTA, itb.ac.id — Berangkat dari keresahan saat menggunakan transportasi publik, tiga mahasiswa Teknik Telekomunikasi, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) menghadirkan solusi inovatif untuk membantu meningkatkan pengalaman pengguna Transjakarta. Melalui gagasan bernama TAPAK, Tim “SIXSIGMA” ITB meraih Juara 1 Nasional Transjakarta MX Case Competition 2026, yang digelar Marketeers bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2026 di Kasablanka, Jakarta, 9–10 Mei 2026.

Tim tersebut beranggotakan Wisnu Duoglide Wibowo, Retta Tampubolon, dan Kesha Mufrih Ramadhan, mahasiswa Teknik Telekomunikasi angkatan 2022 dan 2023. Mereka berhasil unggul dari 130 tim dari berbagai daerah di Indonesia pada divisi Human-Centered Public Transport Experience, yang menantang peserta merancang solusi untuk meningkatkan pengalaman pengguna Transjakarta melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Gagasan TAPAK lahir dari persoalan ketidakakuratan estimasi kedatangan bus pada aplikasi “TJ: Transjakarta”. Di kawasan perkotaan yang dipenuhi gedung tinggi, sinyal satelit kerap mengalami pantulan sehingga data lokasi bus tidak selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melihat persoalan tersebut, Tim SIXSIGMA merancang TAPAK sebagai solusi berbasis pendekatan manusia atau human approach dengan fitur gamifikasi. Melalui fitur ini, penumpang dapat ikut memberikan masukan berupa foto atau laporan ketika posisi bus pada aplikasi dinilai tidak akurat. Masukan tersebut kemudian dapat digunakan untuk memperbarui informasi posisi bus secara lebih mendekati kondisi di lapangan.

Agar partisipasi pengguna terus terjaga, TAPAK juga menawarkan sistem insentif. Penumpang yang aktif memberikan masukan berkesempatan memperoleh manfaat, seperti diskon voucer hingga e-money. Dengan konsep tersebut, TAPAK tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga melibatkan pengguna sebagai bagian dari ekosistem perbaikan layanan transportasi publik.

Retta Tampubolon mengatakan, proses pengembangan ide ini menjadi pengalaman berharga bagi tim, terutama karena mereka harus keluar dari zona nyaman sebagai mahasiswa teknik. Selain merancang solusi dari sisi teknologi, mereka juga perlu mengemas gagasan tersebut dalam bentuk presentasi bisnis yang menarik dan mudah dipahami.

“Sebagai mahasiswa yang berlatar belakang Teknik Telekomunikasi, kesulitan utama ada saat pembuatan pitch deck. Kami belajar lebih mempersiapkan cara membuat pitch deck yang baik dan bagian marketing-nya. Selain itu, saya dan Wisnu juga mahasiswa tingkat akhir, jadi diperlukan time management yang baik,” ujar Retta.

Sesi presentasi tim “SIXSIGMA” pada final Transjakarta MX Case Competition 2026 pada Minggu (10/5/2026). (Dok. Panitia)

Persiapan menuju kompetisi dilakukan selama sekitar tiga pekan. Dua pekan pertama digunakan untuk menggali permasalahan dan merumuskan ide, sementara satu pekan berikutnya difokuskan untuk menyiapkan kebutuhan presentasi. Pengalaman ketiganya mengikuti berbagai pelatihan dan bootcamp turut membantu dalam menyusun solusi yang lebih matang.

Bagi Wisnu Duoglide Wibowo, Ketua Tim SIXSIGMA, kemenangan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak datang secara instan. Ia menekankan pentingnya memahami masalah secara tepat sebelum menawarkan solusi.

“Dalam memenangkan suatu lomba, dipastikan dulu masalah dan solusinya. Kedua hal tersebut harus jelas. Yang kedua, selalu memotivasi diri dan semangat. Sebenarnya, lomba ini adalah lomba pertama yang aku menangi setelah banyak mengikuti lomba. Mungkin di awal-awal kalian kalah, tapi at the end of the day, kalian bakal nemuin waktu kalian untuk menang,” ujarnya.

Transjakarta MX Case Competition 2026 mengangkat tema “Seamless Mobility: Integrating Transjakarta for an Inclusive Global City”. Melalui tema tersebut, peserta diajak merumuskan solusi kreatif berbasis studi kasus nyata untuk mendukung integrasi mobilitas perkotaan dan memperkuat peran Transjakarta sebagai tulang punggung transportasi publik Jakarta.

Inovasi TAPAK menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi melalui ide yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari persoalan sehari-hari, Tim SIXSIGMA menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi lebih berdampak ketika dirancang dengan memahami pengalaman pengguna secara langsung.

#itb #stei itb #mahasiswa itb #teknik telekomunikasi #prestasi mahasiswa #prestasi nasional #inovasi mahasiswa #tapak #transjakarta #transportasi publik #teknologi informasi #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities