Tim Mahasiswa SBM ITB Raih Prestasi Nasional Kompetisi Bisnis Saat UTS
Oleh Adzra Fathy Fauziyyah - SBM ITB
Editor Anggun Nindita
SURAKARTA, itb.ac.id — Tim mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meraih Juara 2 dalam ajang Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Kamis (24/10/2025).
Tim bernama Jhons ini beranggotakan Julia Margaretha, Darrell Rayyan Sanyoto, dan Ahmad Zaki, mahasiswa Program Studi Manajemen ITB angkatan lulus 2026. Prestasi tersebut diraih bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).
SMBCC UNS merupakan kompetisi business case tingkat nasional yang mengangkat permasalahan bisnis nyata dari mitra industri. Pada penyelenggaraan tahun ini, kasus yang diangkat berasal dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan berfokus pada isu sumber daya manusia.
Setelah memahami isu utama dalam kasus tersebut, Tim Jhons merancang solusi yang terintegrasi untuk mendukung sistem berkelanjutan. Rancangan solusi mencakup desain pelatihan, mekanisme monitoring, peran instructor, hingga langkah tindak lanjut yang aplikatif.
Kompleksitas kasus menuntut kemampuan adaptasi dan eksekusi yang cepat, terlebih karena studi kasus baru diketahui setelah peserta resmi masuk ke dalam kompetisi.
“Kami baru sadar kasusnya tentang HR, tetapi justru itu yang membuat kami makin semangat, karena tema itu jarang muncul di kompetisi,” ujar Darrell.
Tim Jhons mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada kecepatan memahami konteks teknis perusahaan yang dianalisis, sebelum merumuskan solusi yang relevan dan dapat diterapkan.
Manajemen Waktu Jadi Kunci
Di tengah tuntutan akademik dan kompetisi, manajemen waktu serta komunikasi tim menjadi kunci utama agar seluruh proses berjalan sesuai rencana.
“Biasanya setelah kelas kami langsung berkumpul untuk mengerjakan case. Terus, kalau ada tugas kuliah kami prioritaskan, barulah kami lanjut mengerjakan case,” kata Darrell.
Berani Ambil Risiko di Tengah UTS

Uniknya, pelaksanaan final kompetisi bertepatan dengan jadwal UTS. Situasi tersebut memaksa tim mengambil keputusan yang tidak mudah, bahkan penuh risiko.
“Kami melakukan gambling terkait mengikuti final ini dan mencoba izin ke dosen untuk susulan. Awalnya, sempat kepikiran untuk ga ikut, tetapi aku memaksa Zaki dan Julia untuk tetap mencobanya,” jelas Darrell, “Akhirnya, terbukti bahwa ini adalah pilihan yang bagus, bahkan kami akan sangat menyesal jika tidak mengambil kesempatan ini.”
Bagi Tim Jhons, business case competition bukan sekadar ajang analisis dan penyelesaian masalah bisnis, melainkan juga ruang pembelajaran tentang dinamika tim, pengambilan keputusan, dan adaptasi dalam situasi penuh tekanan.
“Ini merupakan pengalaman menyenangkan bagi kami, karena banyak insight dan keseruan yang didapatkan selain dari lomba, kami sangat menikmati seluruh prosesnya,” katanya.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa SBM ITB dalam mengembangkan kompetensi akademik dan nonakademik secara seimbang, sekaligus menunjukkan daya saing mahasiswa ITB di tingkat nasional.
.jpeg)


.jpeg)

