Tim PATRON Teknik Perminyakan ITB Raih Juara 1 International Plan of Development Competition OGIP 2026
Oleh Adzra Fathy Fauziyyah - Manajemen, 2026
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id - Mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB) yang tergabung dalam Tim PATRON meraih gelar juara 1 dalam International Plan of Development Competition OGIP 2026 yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Puncak kegiatan kompetisi ini berlangsung di Yogyakarta, Minggu (3/5/2026).
Tim PATRON beranggotakan Michael Derent Anjar S (ketua tim dan Pipeline Engineer), Al Farrel Putra Ramadhani (Surface Facility Engineer), Firzan Annas As Shidiq (Reservoir Engineer), Muhammad Fadhil Sias (Economic Analyst), Muhammad Vianda Pratama (Drilling Engineer), dan Zulyadi Awwab (GGR Engineer). Tim ini mendapatkan bimbingan langsung dari Dr. Dedy Irawan, S.T., M.T.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang menyusun rencana pengembangan lapangan migas secara komprehensif melalui pendekatan Plan of Development. Analisis yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek reservoir, pengeboran, produksi, fasilitas permukaan, dan keekonomian, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan melalui penerapan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Tim mengusung gagasan bertajuk "Integrated CCUS Optimization in the OGIP Field: A Strategy for Sustainable Energy Resilience" yang berfokus pada pengembangan ulang OGIP Field sebagai lapangan migas mature offshore di Norwegian North Sea dengan mengintegrasikan produksi hidrokarbon, injeksi CO2, penyimpanan karbon jangka panjang, serta optimasi keekonomian proyek.
"Melalui PATRON, kami berusaha menyusun rencana pengembangan lapangan yang tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan melalui integrasi CCUS dan penyimpanan CO2 jangka panjang," ujar Michael Derent Anjar S.
Skenario Pengembangan Terpilih

Tim mengevaluasi empat skenario pengembangan lapangan sebelum akhirnya menetapkan skenario yang paling optimal. Skenario ini menggabungkan base case, satu infill well, satu sumur injeksi CO2, serta strategi completion untuk mendukung peningkatan produksi dan efisiensi lapangan. Injeksi CO2 dimanfaatkan untuk pressure maintenance dan mobilisasi minyak tersisa, sekaligus dikombinasikan dengan strategi water shut-off completion untuk menekan produksi air.
Skenario terpilih menghasilkan cumulative oil production sebesar 69,06 MMSTB dengan recovery factor 67,91 persen. Dari sisi penyimpanan karbon, total CO2 yang diinjeksikan dan disimpan ditargetkan mencapai 86,62 BSCF atau sekitar 4,59 juta ton CO2, dengan kapasitas penyimpanan lapangan diperkirakan mencapai 15,4 juta ton pada estimasi P50.
Tantangan Teknis
Salah satu tantangan utama yang dihadapi tim adalah melakukan history matching terhadap data laju produksi lapangan yang relatif tua, sekaligus memastikan CO2 yang diinjeksikan dapat tersimpan secara permanen melalui simulasi penyimpanan selama 100 tahun. Tim juga harus memperhitungkan risiko fault reactivation, integritas caprock, dan potensi kebocoran CO2 jangka panjang.
"Tantangan terbesar dalam studi ini adalah memastikan CO2 tetap tersimpan secara aman melalui simulasi plume selama 100 tahun dan mendesain sumur yang mampu bertahan dengan kondisi reservoir yang sangat ekstrem di North Sea," tutur Muhammad Vianda Pratama.
Dari sisi fasilitas permukaan, CO2 yang diinjeksikan dirancang memiliki kemurnian sekitar 99 persen melalui proses Gas Sweetening Unit berbasis sistem amina MDEA-PZ dan TEG Dehydration Unit sebelum masuk ke tahap kompresi dan injeksi. Proses ini menjadi bagian penting dalam strategi CCUS PATRON karena kualitas CO2 yang bersih diperlukan untuk menjaga efisiensi injeksi, mengurangi risiko korosi, serta mendukung keamanan penyimpanan karbon jangka panjang.
Kelayakan Ekonomi

Proyek yang dirancang tim juga terbukti layak secara ekonomi. Skenario terpilih menghasilkan Net Present Value sebesar 597,41 juta dolar AS pada discount rate 10 persen dan 447,33 juta dolar AS pada discount rate 15 persen, dengan Internal Rate of Return sebesar 39,86 persen dan payout time selama 2,67 tahun.
Bagi Tim PATRON, capaian ini menjadi bukti bahwa integrasi antara aspek reservoir, drilling, pipeline, surface facility, HSSE, dan keekonomian dalam satu rencana pengembangan yang konsisten dengan arah transisi energi bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan oleh mahasiswa.
"Kekuatan utama dari solusi PATRON terletak pada integrasi aspek reservoir, drilling, pipeline, surface facility, HSE, dan keekonomian dalam satu rencana pengembangan yang konsisten dengan arah transisi energi," ujar Dr. Dedy Irawan, S.T., M.T., dosen pembimbing tim.
Melalui capaian ini, tim PATRON berharap gagasan yang dikembangkan dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa terhadap pengembangan teknologi CCUS dan mendukung rencana Indonesia menuju net zero emissions.


.jpeg)





