Cerita Yafie Suwardika Ikuti Pertukaran Pelajar GE3 di Belgia, Belajar Isu Lingkungan hingga Parlemen Uni Eropa
Oleh Atika Widya Nurfaizah - Mahasiswa Biomanajemen, 2025
Editor Anggun Nindita
BELGIA, itb.ac.id — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Yafie Suwardika, angkatan 2022, mengikuti program student exchange melalui jalur Global Engineering Education Exchange (GE3) di KU Leuven, Belgia. Program GE3 merupakan jejaring pertukaran mahasiswa teknik internasional yang menghubungkan berbagai perguruan tinggi teknik terkemuka di dunia.
Pengalaman Akademik dan Lintas Budaya
Selama menjalani studi di Belgia, Yafie memanfaatkan kesempatan tersebut tidak hanya untuk memperdalam kompetensi akademik, tetapi juga untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengembangkan pengalaman lintas budaya. Lingkungan akademik KU Leuven yang multikultural, ditambah letak geografis Belgia yang strategis di Eropa, membuka ruang eksplorasi yang luas, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri.
“Selama exchange, saya merasakan pengalaman belajar yang seimbang antara akademik dan pengembangan diri. Saya belajar menjadi lebih mandiri, disiplin, serta terbiasa berdiskusi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda,” ujar Yafie.
Mengikuti Forum Lingkungan di Tingkat Uni Eropa

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Yafie untuk aktif mengikuti berbagai forum dan agenda publik bertema lingkungan. Keberadaan Brussels sebagai pusat pemerintahan Uni Eropa memberikan akses langsung terhadap diskusi kebijakan lingkungan di tingkat internasional.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika berkesempatan menghadiri rapat di European Parliament, Brussels, pada Rabu (12/11/2025). Agenda yang diikutinya bertajuk “Rights, Risks and Resilience: Strengthening Protections for Environmental Defenders”, yang diselenggarakan oleh European Environmental Bureau (EEB), jaringan organisasi lingkungan terbesar di Eropa yang menaungi ratusan organisasi masyarakat sipil.
Forum tersebut membahas isu perlindungan terhadap para pembela lingkungan dalam konteks advokasi kebijakan lingkungan di berbagai negara. Para aktivis lingkungan dari berbagai negara menyampaikan kesaksian mengenai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari praktik Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), intimidasi publik, hingga ancaman terhadap keselamatan pribadi.
Diskusi juga menyoroti implementasi Aarhus Convention, sebuah konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjamin hak publik untuk memperoleh informasi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, serta mengakses keadilan dalam isu lingkungan.
Refleksi atas Kebijakan Lingkungan

Menghadiri rapat parlemen di salah satu institusi pembuat kebijakan terbesar di dunia menjadi pengalaman pertama bagi Yafie. Ia menilai pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai bagaimana isu lingkungan dibahas secara sistematis di tingkat kebijakan internasional serta bagaimana suara masyarakat sipil memiliki ruang dalam proses legislasi.
“Forum ini menyadarkan saya bahwa keberadaan regulasi saja tidak cukup. Kebijakan lingkungan hanya akan berdampak apabila diiringi dengan penegakan hukum yang kuat serta perlindungan nyata bagi para pembela lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan, Yafie merefleksikan kondisi di Indonesia yang sejatinya telah memiliki kerangka regulasi melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Namun, menurutnya, tantangan dalam aspek implementasi dan penegakan hukum masih perlu menjadi perhatian bersama agar kebijakan lingkungan dapat berjalan efektif.
Pembelajaran di Luar Ruang Kelas
Melalui program GE3 serta dukungan ITB terhadap berbagai inisiatif internasionalisasi pendidikan, Yafie memperoleh akses terhadap pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan strategis. Pengalaman mengikuti rapat Parlemen Uni Eropa serta keterlibatan dalam lingkungan akademik internasional tersebut menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di ruang-ruang kebijakan dan dialog publik yang membahas serta menentukan arah masa depan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

.png)
.jpg)

