Direktur Manajemen Risiko PT PLN Suroso Isnandar Sukses Raih Gelar Doktor dengan Riset Pasar Kelistrikan Non-Kompetitif dan Integrasi Pembangkit VRE

Oleh Chysara Rabani - Mahasiswa Teknik Pertambangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar berhasil gelar doktor dalam Program Studi Teknik Elektro dan Informatika – STEI ITB setelah menyampaikan hasil penelitiannya dalam sidang doktor, Jumat (14/3/2025_. Disertasinya yang berjudul “Pendekatan Multiparadigma Berbasis Fuzzy Cognitive Multi Agent System (FC-MAS) pada Model Bisnis Pasar Kelistrikan Non-Kompetitif dan Regulasi Ketat Dengan Integrasi Pembangkit Variable Renewable Energy” mendapat apresiasi tinggi dari tim penguji dan dinilai layak dengan predikat cum laude.

Sidang doktor ini dipimpin oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T. (ITB), Prof. Dr. Ir. Umar Khayam, S.T, M.T. (ITB), serta Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU (UGM). Suroso Isnandar didampingi oleh tim pembimbing, yakni Prof. Dr. Bambang Anggoro Soedjarno P., M.T., dan Dr. Ir. Nanang Hariyanto, M.T.

Dalam penelitiannya, Suroso Isnandar mengkaji model bisnis pasar kelistrikan di Indonesia yang bersifat non-kompetitif dengan regulasi ketat. Beliau menyoroti bagaimana PLN, sebagai operator sistem tenaga listrik, harus memastikan keseimbangan daya, keandalan suplai energi, serta mempertahankan stabilitas sistem tenaga listrik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan multisektor dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN. Penelitian ini juga mengkaji integrasi pembangkit Variable Renewable Energy (VRE) ke dalam sistem tenaga listrik nasional yang menjadi tantangan utama dalam transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan multiparadigma dengan Multi Agent System (MAS), sebuah metode berbasis agen dengan arsitektur Belief-Desire-Intention (BDI) yang memungkinkan setiap agen merepresentasikan dinamika sistem secara mandiri. Metode ini memungkinkan simulasi interaksi kompleks antar variabel dalam sistem tenaga listrik yang ketat regulasi, serta memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi jaringan. MAS diterapkan dengan integrasi Fuzzy Cognitive Mapping untuk menangani ketidakpastian dalam pengambilan keputusan terkait integrasi pembangkit VRE.

Dalam sidang doktoralnya, Suroso Isnandar memaparkan tiga skenario simulasi yang digunakan dalam penelitiannya, yaitu skenario BIS, skenario penurunan emisi, dan skenario penetrasi VRE. Kontribusi utama dari penelitian ini meliputi modifikasi model Multi Agent System dengan penambahan interface engine cognitive system berbasis fuzzy logic thinking, serta optimalisasi perencanaan operasi sistem dan penyaluran tenaga listrik. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang dampak penetrasi pembangkit VRE terhadap sistem tenaga listrik, termasuk proyeksi perubahan pola konsumsi, penurunan permintaan listrik dari jaringan, serta implikasi finansial bagi PLN dan pemangku kepentingan lainnya.

Disertasi ini telah menghasilkan satu jurnal internasional Q1 yang telah terbit, serta satu jurnal lain yang masih dalam proses review, yang menegaskan kontribusi ilmiah dari penelitian ini dalam bidang kelistrikan dan energi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik pribadi, tetapi juga memberikan wawasan strategis bagi pengelolaan sistem tenaga listrik nasional yang lebih adaptif terhadap tantangan energi masa depan.

Reporter: Chysara Rabani (Teknik Pertambangan, 2022)

#sidang doktor #pln