Tim PINTAR Diagnostics ITB Raih Medali Emas PIMNAS 2025 lewat Inovasi Deteksi Hepatitis B Berbasis CRISPR
Oleh Dina Avanza Mardiana - Mahasiswa Mikrobiologi, 2022
Editor Anggun Nindita
MAKASSAR, itb.ac.id — Tim PINTAR Diagnostics dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih Medali Emas Nasional kategori Riset Eksakta pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 25–27 November 2025, melalui inovasi riset diagnostik Hepatitis B berbasis teknologi CRISPR-Cas9.
Capaian ini menjadi prestasi membanggakan bagi ITB karena Tim PINTAR Diagnostics merupakan satu-satunya perwakilan ITB yang berhasil melaju ke PIMNAS tahun ini dan sekaligus meraih posisi tertinggi di tingkat nasional. Prestasi tersebut menunjukkan daya saing riset mahasiswa ITB, khususnya dalam pengembangan teknologi biomolekuler untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat.
Tim PINTAR Diagnostics terdiri atas Maria Audrey (Biologi), Muhammad Firdaus (Mikrobiologi), Taliasari Aulia Fathia (Biologi), I Dewa Ayu Andina A. (Mikrobiologi), dan Malika Fatima Lawe (Mikrobiologi). Tim ini dibimbing oleh Karlia Meitha, Ph.D. dan Ernawati A. G. Rahman, Ph.D. Selama pelaksanaan PIMNAS 2025, tim juga didampingi oleh Dr. Andira Rahmawati selaku dosen kemahasiswaan Program Studi Biologi SITH ITB.
Inovasi Diagnostik Berbasis CRISPR untuk Tantangan Deteksi Hepatitis B
Riset yang diusung berjudul “Produksi Amplikon Target Terbiotinilasi dan Karakterisasi Kompleks CRISPR-Cas9-sgRNA untuk Pengembangan Diagnostik Lateral Flow Assay Virus Hepatitis B”. Inovasi ini menawarkan pendekatan baru dalam deteksi Hepatitis B dengan mengenali DNA virus secara langsung, bukan antibodi.
Pendekatan tersebut dinilai lebih adaptif terhadap tingginya laju mutasi genetik virus Hepatitis B yang kerap menyebabkan kegagalan alat uji cepat konvensional berbasis antibodi. Dengan teknologi CRISPR-Cas9, sistem diagnostik yang dikembangkan memiliki potensi presisi dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
Riset ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang tim sejak berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Eksakta (PKM-RE) 2025 yang diselenggarakan oleh Belmawa Dikti.
Perjalanan Menuju PIMNAS 2025
Rangkaian kegiatan PIMNAS dimulai sejak kedatangan tim di Makassar pada 23 November 2025 untuk mengikuti technical meeting serta pemasangan poster ilmiah. Pembukaan PIMNAS dilaksanakan pada 24 November 2025 yang diawali dengan defile kontingen dari seluruh perguruan tinggi peserta. Pada hari yang sama, dewan juri melakukan penilaian poster pasif.
Sesi presentasi karya ilmiah berlangsung pada 25–26 November 2025. Pada bidang PKM-Riset Eksakta (PKM-RE), lebih dari seratus tim dari berbagai perguruan tinggi dibagi ke dalam lima kelas dengan sekitar dua puluh tim di setiap kelas. Presentasi dilaksanakan secara simultan sesuai pembagian bidang dan kelas.

Tim PINTAR Diagnostics menjadi tim terakhir yang mempresentasikan hasil risetnya pada ajang PIMNAS kategori Riset Eksakta.
Tim PINTAR Diagnostics tampil sebagai kelompok terakhir pada hari kedua presentasi. Taliasari Aulia Fathia menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, namun justru dimanfaatkan sebagai momentum untuk menampilkan performa terbaik. Seluruh materi dapat disampaikan dengan jelas dan sesi tanya jawab berjalan lancar. “Evaluasi juri menunjukkan penilaian positif terhadap struktur penyampaian, argumentasi ilmiah, dan relevansi inovasi riset,” ujarnya.
Strategi Persiapan dan Dinamika Proses
Format penilaian PIMNAS dinilai lebih mendalam dibandingkan tahapan sebelumnya, terutama pada aspek kedalaman substansi ilmiah, originalitas ide, serta kemampuan mempertahankan argumen. Untuk menghadapi hal tersebut, tim menyiapkan materi presentasi yang mengintegrasikan landasan teoretis, urgensi isu kesehatan publik, perkembangan terkini teknologi biomolekuler, serta potensi implementasi klinis.
Latihan simulasi presentasi dan tanya jawab dilakukan secara intensif, termasuk simulasi lintas bidang bersama dosen dan mahasiswa dari disiplin ilmu berbeda. Di sisi lain, tim juga menghadapi tantangan teknis selama proses eksperimen. Sejumlah tahapan wet lab harus diulang guna memperoleh kestabilan hasil.
Maria Audrey menjelaskan bahwa setiap kegagalan eksperimen menjadi pembelajaran penting, khususnya dalam melatih kemampuan troubleshooting, manajemen data, serta pengambilan keputusan ilmiah. Selain itu, tim juga menjaga keseimbangan antara akademik, riset, dan kehidupan pribadi melalui pembagian waktu yang disiplin serta komunikasi internal yang baik.
Ekosistem Riset SITH sebagai Kekuatan Utama
Audrey menegaskan bahwa ekosistem riset di SITH ITB berperan besar dalam mendukung keberhasilan tim. “Tradisi presentasi ilmiah, diskusi terbuka, serta dukungan pembimbing dari latar keilmuan berbeda memperkaya perspektif riset dan meningkatkan kesiapan kami menghadapi evaluasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi PKM di ITB sangat kompetitif sehingga proposal harus memiliki argumentasi yang kuat dan kebaruan riset yang jelas. Dukungan dosen pembimbing membuat tim lebih percaya diri mengembangkan ide riset meskipun berangkat dari keterbatasan awal.
Dosen pembimbing Tim PINTAR Diagnostics, Dr. Karlia Meitha, menyampaikan bahwa PIMNAS merupakan wadah penting tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, serta memantik lahirnya ide-ide inovatif dari generasi muda.
“Saya dan tim pembimbing sangat bangga atas keberhasilan mahasiswa kami meraih medali emas melalui inovasi tes cepat Hepatitis B berbasis CRISPR-Cas9. Pengalaman ini sangat berharga dan menunjukkan pentingnya mendorong mahasiswa untuk berani mengeksplorasi gagasan baru serta menerapkan teknologi mutakhir untuk menjawab tantangan kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Andira Rahmawati, dosen kemahasiswaan Program Studi Biologi SITH ITB yang turut mendampingi tim selama PIMNAS, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar tinggi para mahasiswa sejak tahap penelitian hingga persiapan kompetisi.
Makna Kemenangan PIMNAS

Bagi seluruh anggota tim, kemenangan di PIMNAS 2025 menjadi penghargaan atas proses panjang yang telah dijalani sekaligus bukti bahwa budaya kerja kolaboratif dan dukungan ekosistem akademik yang kuat mampu melahirkan riset inovatif berdaya saing nasional.
“Kami berharap riset ini dapat mendukung deteksi penyakit yang lebih cepat, akurat, dan terjangkau bagi masyarakat luas,” ujar Audrey.
Prestasi Medali Emas PIMNAS 2025 yang diraih Tim PINTAR Diagnostics menjadi kebanggaan bagi ITB, khususnya SITH, serta menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan riset biomolekuler yang berdampak nyata bagi pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Capaian ini sekaligus mengukuhkan komitmen ITB dalam mendukung percepatan inovasi ilmiah generasi muda.




.jpg)

