Strategi Digitalisasi dan Peran AI untuk Masa Depan Pertambangan Nasional Dibahas dalam Indonesia’s Mining Conference: Mining Talks

Oleh Chysara Rabani - Teknik Pertambangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Indonesia’s Mining Conference: Mining Talks di ITB Innovation Park Ganesha, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Panitia ISMC XV)

BANDUNG, itb.ac.id - Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT-ITB) menyelenggarakan Indonesia’s Mining Conference: Mining Talks bertajuk “Transforming the Mining Industry Through Automation and Artificial Intelligence” di ITB Innovation Park Ganesha, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV ini menghadirkan enam narasumber ahli yang merepresentasikan berbagai lini industri pertambangan, mulai dari praktisi, akademisi, hingga konsultan teknologi.

Menuju Era Mining 4.0: Pemanfaatan AI untuk Ketahanan Industri Nasional

Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. (Dok. Panitia ISMC XV)

Chairman of The Indonesian Mining Institute (IMI), Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. menyampaikan materi bertajuk “Masa Depan Pertambangan Indonesia Menuju Era Industri 4.0”. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan cadangan mineral dan batubara yang sangat strategis, dengan nilai mencapai USD3,11 hingga Rp3,91 triliun pada tahun 2023. Di tengah potensi besar tersebut, transformasi menuju "Mining 4.0" menjadi keharusan untuk meningkatkan daya saing global melalui integrasi sistem digital dan internet dalam setiap proses manufaktur konvensional.

Beliau menjelaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) di industri tambang mencakup berbagai aspek, mulai dari analisis data geologi untuk memprediksi lokasi deposit hingga otomatisasi alat berat untuk keselamatan kerja. Teknologi seperti Autonomous Fleet Management dan Digital Twin kini telah diimplementasikan oleh perusahaan besar untuk mengoptimalkan utilitas armada serta mengurangi waktu tunggu operasional secara real-time. Selain itu, AI berperan penting dalam mitigasi dampak lingkungan melalui pemantauan kualitas air dan udara secara berkelanjutan.

Prof. Irwandy menekankan bahwa kesuksesan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektoral. Meskipun tantangan seperti ancaman siber dan biaya investasi awal yang tinggi tetap ada, manfaat jangka panjang berupa peningkatan profit serta operasi yang lebih ramah lingkungan jauh lebih signifikan. "Praktik pertambangan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penerapan Good Mining Practice yang didukung oleh instrumen teknologi mutakhir," katanya.

Vibe Coding: Transformasi Insinyur Tambang Menjadi Pengembang Solusi AI

Ir. Harristio Adam, S.T. (Dok. Panitia ISMC XV)

Senior Strategic Mine Plan Supervisor PT Mineral Alam Abadi, Ir. Harristio Adam, S.T., menyampaikan materi berjudul “Vibe Code Your Way to be a 10x Mine Engineer”. Beliau menyoroti peran AI dalam meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan kerja, hingga penggunaan teknologi otonom di tengah ketidakpastian industri tahun 2026. Harristio menekankan perlunya imajinasi baru dalam menghadapi era risiko operasional saat ini.

Harristio menjelaskan bahwa AI bekerja pada level perusahaan melalui armada otonom, namun pada level individu, setiap insinyur kini bisa melakukan "Vibe Coding". Dengan alat seperti Claude, Cursor, atau Python, insinyur tambang dapat membangun aplikasi kustom yang lincah dan murah dalam hitungan hari saja. Hal ini memungkinkan terciptanya solusi yang sangat personal (hyper-customization) untuk menjawab tantangan spesifik di lapangan.

Menutup paparannya, beliau menampilkan prospek aplikasi masa depan seperti pemanfaatan Computer Vision untuk identifikasi drilling core hingga Agentic AI untuk alur kerja rekayasa tambang. Beliau memotivasi peserta untuk berani bereksperimen karena masa depan pertambangan berada di tangan mereka yang berani memecah masalah. “Alat yang dibangun dengan vibe-coding menjadi lebih baik karena dibuat langsung oleh orang yang melakukan pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Transformasi Pemeliharaan: Dari Perbaikan Reaktif Menuju Preskriptif Berbasis AI

Dr. Widhi Setya. (Dok. Panitia ISMC XV)

Head of Research Department PERTAABI, Dr. Widhi Setya, memaparkan materi bertajuk “From Corrective to Prescriptive: Driving Reliable Mining Operations through Digital Transformation of Heavy Equipment Maintenance”. Ia menekankan bahwa metode pemeliharaan tradisional berbasis waktu tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan lingkungan tambang yang ekstrem. Digitalisasi menjadi penting karena reliabilitas aset berdampak langsung pada produktivitas dan efisiensi biaya operasional.

Dr. Widhi menjelaskan evolusi pemeliharaan yang kini telah mencapai tahap preskriptif, ketika teknologi tidak hanya memprediksi kerusakan tetapi juga merekomendasikan tindakan spesifik melalui algoritma machine learning. Melalui siklus data yang terintegrasi, mulai dari akuisisi data sensor real-time hingga visualisasi pada dashboard, tim pemeliharaan dapat mendeteksi anomali sebelum kegagalan terjadi. Transformasi ini juga mencakup aspek Operator Behavior Analytics untuk meminimalkan kerusakan akibat kesalahan pengoperasian.

Ia menggarisbawahi pentingnya Digital Upskilling bagi teknisi dan insinyur agar mampu menginterpretasikan wawasan digital secara akurat. Berdasarkan risetnya di berbagai proyek kontraktor tambang di Indonesia, integrasi infrastruktur IT dan manajemen risiko aset merupakan kunci keberhasilan performa proyek. "Peralatan berat membutuhkan 'pemeriksaan medis' rutin melalui sensor IoT untuk memastikan kesehatan dan performa optimalnya," tuturnya.

Ekosistem Digital: Mengintegrasikan Rantai Nilai Pertambangan dari Hulu ke Hilir

Muhammad Jinan Syakir.  (Dok. Panitia ISMC XV)

Head of Processing Center of Excellence PT Vale Indonesia, Muhammad Jinan Syakir turut membedah bagaimana integrasi teknologi digital telah bertransformasi dari sekadar alat pendukung menjadi ekosistem yang menghubungkan seluruh rantai nilai pertambangan. Dalam lanskap industri modern, Jinan menekankan bahwa efisiensi hanya dapat dicapai melalui sinkronisasi data yang presisi antara proses penambangan, pengolahan, hingga distribusi produk akhir.

Jinan menjelaskan bahwa PT Vale telah mengadopsi berbagai instrumen cerdas, seperti sistem pemantauan otomatis pada unit pengolahan dan platform analitik berbasis data untuk mengoptimalkan pemulihan mineral (recovery). Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap ketidakefisienan energi dan anomali proses, yang secara langsung berkontribusi pada target keberlanjutan perusahaan. Pendekatan ini selaras dengan visi digitalisasi global yang bertujuan untuk menciptakan operasional tambang yang lebih aman, ramping, dan minim jejak karbon.

Menutup rangkaian konferensi, beliau menegaskan bahwa kunci utama dari revolusi teknologi ini bukanlah pada perangkat kerasnya, melainkan pada kemampuan manusia untuk mengelola aliran data tersebut menjadi wawasan strategis. Beliau mengajak para calon insinyur untuk memiliki pola pikir yang adaptif terhadap perubahan teknologi yang masif di masa depan. "Digitalisasi bukan hanya tentang memasang sensor di lapangan, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa data adalah komoditas baru yang menentukan keberlanjutan industri kita," katanya.

Navigasi Digital: Strategi Konsultan dalam Transformasi Tambang 4.0

Bustanil Husni, S.T. (Dok. Panitia ISMC XV)

Sesi berikutnya diisi oleh CEO PT Tura Consulting Indonesia, Bustanil Husni, S.T. yang menyampaikan topik mengenai strategi adopsi teknologi digital di sektor pertambangan. Beliau memaparkan bahwa Mining 4.0 bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional. Bustanil menyoroti transisi dari pelaporan tradisional yang bersifat deskriptif menuju analitik prediktif sebagai kunci perbaikan tata kelola industri saat ini.

Dalam implementasinya, ia menjelaskan berbagai manfaat nyata digitalisasi bagi perusahaan, mulai dari pengurangan biaya produksi hingga peningkatan profitabilitas. Penggunaan teknologi seperti Fleet Management System dan Geospatial Analysis memungkinkan pemantauan aset secara real-time dan akurat. Bustanil juga menekankan pentingnya integrasi proses bisnis dari hulu ke hilir untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan mencegah kebocoran penerimaan negara.

Ia menyampaikan bahwa kesuksesan transformasi digital memerlukan sinergi kuat antara keandalan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia. Meskipun ancaman siber menjadi tantangan serius, investasi pada teknologi harus dipandang sebagai aset strategis jangka panjang, bukan sekadar beban biaya. "Respons dan pengambilan keputusan yang lebih cepat adalah pembeda utama antara tambang konvensional dan tambang masa depan," ujarnya.

Inovasi Lokal: Membangun Ekosistem Teknologi Tambang yang Mandiri

Tatang Saripudin. (Dok. Panitia ISMC XV)

Sementara itu, CEO TURATECH, Tatang Saripudin yang membedah potensi pengembangan teknologi pertambangan karya anak bangsa. Beliau menekankan bahwa kemandirian teknologi adalah pilar utama bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain kunci dalam industri Mining 4.0. Fokus utamanya adalah bagaimana inovasi lokal dapat menjawab tantangan spesifik di lapangan yang sering kali tidak terakomodasi oleh perangkat lunak global.

Tatang memaparkan portofolio solusi digital yang dikembangkan secara internal, mulai dari sistem pemantauan operasional yang adaptif hingga platform manajemen data yang terintegrasi. Beliau menjelaskan bahwa fleksibilitas teknologi lokal memungkinkan kustomisasi tingkat tinggi (hyper-customization) sesuai dengan kondisi geologi dan regulasi di Indonesia. Hal ini terbukti mampu memangkas waktu pelaporan secara drastis serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan di level manajemen.

Ia meyakini bahwa keterbatasan infrastruktur bukan hambatan, melainkan stimulus untuk melahirkan solusi yang lebih kreatif dan efisien. "Masa depan teknologi tambang kita tidak ditentukan oleh seberapa canggih alat yang kita beli, melainkan seberapa besar inovasi kita untuk menciptakan solusi sendiri," tuturnya.

Konferensi ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk memahami bahwa masa depan pertambangan Indonesia sangat bergantung pada keberanian dalam mengadopsi teknologi digital. Melalui sinergi antara otomatisasi, kecerdasan buatan, dan pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, industri tambang diharapkan mampu bertransformasi menjadi sektor yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan.

#itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak