ITB Dampingi Pembudidaya Ngada Olah Bahan Baku Lokal Menjadi Pakan Ikan Mandiri

Oleh Sri Wulandari - Mahasiswa Oseanografi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Peserta mempraktikkan pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal dengan pendampingan tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB dan UB.

BAJAWA, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Pemerintah Kabupaten Ngada melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pakan Ikan Berbasis Bahan Baku Lokal, Selasa (30/6/2026), di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada. Kegiatan ini bertujuan membantu pembudidaya ikan mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya produksi terbesar.

Dr. Nikolaus Noi Wuly, S.Pt., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada, menyampaikan bahwa tingginya biaya pakan merupakan tantangan utama yang dihadapi pembudidaya ikan di daerah tersebut.

“Salah satu tantangan terbesar pembudidaya adalah tingginya biaya pakan, yang sering kali menghabiskan lebih dari separuh biaya produksi,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan limbah organik dan sumber daya lokal sebagai bahan baku pakan merupakan solusi yang relevan untuk meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memberikan nilai tambah bagi limbah yang belum termanfaatkan secara optimal.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan diikuti dengan pendampingan berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas budidaya sehari-hari. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan pendapatan pembudidaya dalam jangka panjang.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo Bena, turut mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan membuat pakan ikan secara mandiri penting dimiliki oleh anggota PKK dan Dinas Perikanan agar dapat ditransfer kepada kelompok-kelompok pembudidaya di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pakan Ikan Berbasis Bahan Baku Lokal di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Tim Penggerak PKK, siswa SMK Perikanan, serta pelaku budidaya ikan setempat. Kolaborasi antara ITB dan UB dalam program ini diwujudkan melalui keterlibatan dosen dari kedua perguruan tinggi sebagai tim pendamping.

Dari ITB, kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Dr. Rusmawan Suwarman, S.Si., M.T., bersama Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dr. Donny Kusuma Hardjani, S.Pt., M.Si. Sementara itu, tim dari UB terdiri atas Esa Fajar Hidayat, S.Kel., M.Si., dan Mega Yuniartik, S.Pi., M.P.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan yang telah dilakukan tim ITB di Kabupaten Ngada. Pengalaman pelaksanaan kegiatan sebelumnya menjadi dasar pengembangan berbagai modul pelatihan yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada kegiatan di Desa Lengkosambi Timur tahun 2025, misalnya, tim menyusun modul pembenihan dan pembesaran ikan bandeng. Sementara pada kegiatan tahun 2026 ini, peserta diperkenalkan pada modul pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal yang juga disusun mengacu pada SNI.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari proses pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal yang mengacu pada SNI. Materi mencakup pemanfaatan dedak, jagung, tepung ikan, daun kelor, serta limbah pertanian dan perikanan sebagai bahan baku pakan. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penyusunan formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi berbagai jenis ikan, serta tahapan produksi pelet mulai dari pemilihan bahan, pencampuran, pengukusan, pencetakan, hingga pengeringan dan penyimpanan.

Empat mahasiswa ITB turut berperan sebagai fasilitator selama pelatihan, yaitu Sekar Wardani Adiati dan Wulan Larisa Olivia dari Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, serta Pandu Malik Aulia dan Azhar Nursadiyyah dari Program Studi Oseanografi. Mereka mendampingi peserta selama sesi praktik, mulai dari pengenalan bahan baku hingga proses produksi pelet.

Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi jembatan antara materi yang disampaikan oleh tim dosen dengan implementasi teknis di lapangan. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, peserta diharapkan mampu memproduksi pakan ikan secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di Kabupaten Ngada.

#itb #pengabdian kepada masyarakat #fitb itb #kabupaten ngada #budidaya ikan #pakan ikan #limbah organik #pemberdayaan masyarakat #ekonomi lokal #ketahanan pangan #kolaborasi perguruan tinggi #sdg 2 #zero hunger #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 14 #life below water