IWK ITB Ajak Perempuan Bangun Kesehatan dan Kemandirian Finansial
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Ikatan Wanita Keluarga (IWK) ITB menyelenggarakan seminar bertajuk “Wanita Indonesia: Sehat Fisik, Cerdas Finansial” di Aula Timur, Kampus Ganesha, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dan menghadirkan rangkaian acara edukatif, inspiratif, serta hiburan yang melibatkan civitas akademika dan keluarga besar ITB.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat Kartini menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk keluar dari berbagai keterbatasan melalui pendidikan. Ia mengaitkan makna “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai perjalanan menuju kemuliaan dan pencerahan.
“Kartini menginspirasi perempuan untuk melampaui batas-batas dan meraih kemuliaan melalui pendidikan. Kita dapat merasakan hasilnya hari ini, ketika banyak perempuan Indonesia memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi tantangan peradaban modern tanpa melupakan akar budaya, terutama keluarga. Menurutnya, kesehatan fisik dan kecerdasan finansial merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat dan melahirkan generasi unggul.
Rektor turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh IWK ITB yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah edukasi dan pemberdayaan. “Kegiatan ini perlu terus diupayakan untuk memperkuat peran perempuan dan peran keluarga dalam membangun masa depan yang lebih sehat dan berdaya,” tambahnya.
Ketua IWK ITB, Julia Mufidah Ahmad, menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingat bahwa perubahan besar berawal dari keberanian. Ia menegaskan bahwa perempuan masa kini dituntut untuk tidak hanya hadir, tetapi juga berdaya, baik dalam menjaga kesehatan maupun mengelola keuangan.

“Semangat Kartini adalah panggilan untuk terus bertumbuh sebagai pribadi yang utuh, yang mampu berkontribusi dan memberikan inspirasi. Perempuan dapat mengubah dunia di sekitarnya, dimulai dari ruang dan perannya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Kartini IWK 2026, Ellnoviyanti Nine, menyampaikan apresiasi kepada sekitar 50 anggota panitia yang telah berkontribusi dalam persiapan kegiatan selama enam bulan. Panitia yang terdiri dari istri pendamping jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan ini berkolaborasi sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya IWK ITB dalam memperluas jejaring perempuan di lingkungan kampus serta menghadirkan ruang berbagi pengetahuan melalui narasumber yang kompeten.

Memasuki sesi utama, seminar menghadirkan dua topik utama. Seminar sesi 1, yang dimoderatori oleh Mira Mutiyani S.Gz, MSc., mengangkat tema kesehatan wanita yang disampaikan oleh dr. Femmy Nurul Akbar, Sp.PD, Subsp. G.E.H.(k), dengan topik “Smart Women, Healthy Living: Fokus Gaya Hidup Sehat dan Vaksinasi sebagai Pencegahan dan Investasi Jangka Panjang”. Sesi ini menekankan pentingnya penerapan gaya hidup sehat serta peran vaksinasi sebagai langkah preventif sekaligus investasi kesehatan jangka panjang.
Selanjutnya, seminar sesi 2 yang dimoderatori oleh Atika Irawan, membahas literasi finansial yang disampaikan oleh Dr. Ir. Subiakto, MBA., CFP., CWM., dengan topik “Memanfaatkan Instrumen Investasi untuk Kesejahteraan Keluarga”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menentukan tujuan keuangan sebagai dasar dalam memilih instrumen investasi yang tepat.

“Dalam pengaturan keuangan, penting untuk mengetahui tujuan yang ingin dicapai sehingga bentuk investasi dan besarnya dapat disesuaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua jenis aset yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi, yaitu aset riil dan aset keuangan. Aset riil seperti emas dinilai sebagai instrumen yang relatif aman dan banyak diminati masyarakat, terutama di tengah kondisi ketidakpastian. Namun, ia mengingatkan bahwa lonjakan harga emas yang signifikan dalam satu tahun terakhir juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi investor.
Selain emas, properti juga menjadi contoh aset riil yang dapat memberikan keuntungan melalui skema pendapatan pasif, seperti penyewaan. Sementara itu, aset keuangan meliputi saham, obligasi, dan reksa dana, yang masing-masing memiliki karakteristik serta tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda.
.jpg)
“Setiap instrumen memiliki risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengelola kebutuhan keuangan serta melakukan diversifikasi investasi guna mencapai tujuan finansial,” jelasnya.
Selain sesi seminar, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan line dance, pembagian door prize, serta penampilan angklung sesi kedua. Acara ditutup dengan ramah tamah, layanan vaksinasi, konsumsi bersama, serta kunjungan ke area bazar UMKM.

Melalui kegiatan ini, IWK ITB tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga mendorong perempuan untuk terus bertumbuh, berdaya, dan berkontribusi dalam membangun keluarga serta masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
.jpeg)




