Kolaborasi ITB–BRIN–IPB Temukan Spesies Baru Hibrida Kantong Semar dari Kalimantan Barat
Oleh Aura Salsabila Alviona - Mahasiswa Bioteknologi, 2025
Editor Anggun Nindita
Tampilan kantong bawah dari hibrida alami baru Nepenthes ×taringkecil (Dok. SITH ITB)
JATINANGOR, itb.ac.id — Kekayaan biodiversitas flora Indonesia kembali terungkap melalui kolaborasi peneliti muda lintas institusi. Kurator Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Arifin Surya Dwipa Irsyam, bersama M. Rifqi Hariri (BRIN) dan M. Hisyam Fadhil (IPB University), berhasil mendeskripsikan spesies hibrida alami baru kantong semar (Nepenthes) yang berasal dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Spesies tersebut diberi nama Nepenthes ×taringkecil dan telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah internasional Phytotaxa edisi Januari 2026. Tanaman ini merupakan hibrida alami (nothospecies) hasil persilangan dua spesies induk, yakni Nepenthes bicalcarata dan Nepenthes mirabilis.
Di Balik Nama “Taring Kecil”
Arifin menjelaskan bahwa penamaan ×taringkecil merujuk pada karakteristik morfologi unik pada bagian peristome (bibir kantong). Spesies ini mewarisi ciri khas taring dari induknya, N. bicalcarata, tetapi dalam ukuran yang jauh lebih kecil.
“Kami menamakan ×taringkecil karena pada bagian peristome-nya terdapat sepasang gigi kecil dengan panjang sekitar 0,5–0,8 milimeter. Sementara itu, pada induknya, N. bicalcarata, panjang taring dapat mencapai 3 sentimeter,” ujar Arifin.
Selain taring berukuran kecil, tanaman ini menunjukkan perpaduan karakter morfologi dari kedua induknya. Bagian atas badan kantong berbentuk silindris menyerupai N. mirabilis, namun memiliki taring yang tereduksi. Secara visual, N. ×taringkecil juga tidak memiliki rongga pada bagian tendril (sulur), fitur yang pada N. bicalcarata umumnya menjadi tempat bersarang semut.
Sinergi Peneliti dan Peran Hobiis

Dokumentasi lapangan tanaman N. ×taringkecil (Dok. Nazila, pembudidaya kantong semar)
Berbeda dari ekspedisi botani pada umumnya, tim peneliti tidak melakukan pengambilan spesimen langsung di hutan Mempawah. Arifin mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu menjadi kendala untuk melakukan kunjungan lapangan secara langsung.
Namun, kondisi tersebut justru membuka peluang kolaborasi melalui pendekatan citizen science. Spesimen awal tanaman ini diperoleh dari rekan hobiis dan pembudidaya kantong semar, Nazila dan Rais. Informasi awal mengenai keberadaan tanaman unik ini bahkan terdeteksi melalui pemantauan media sosial sejak tahun 2024.
Kecurigaan peneliti semakin menguat setelah mendapat keterangan dari warga setempat bahwa N. bicalcarata dan N. mirabilis tumbuh berdampingan di lokasi yang sama. Habitat alaminya diketahui berupa hutan kerangas dan rawa gambut di wilayah Mempawah.
Validasi Ilmiah Terpadu
Seluruh proses validasi ilmiah dilakukan secara terpusat di Bogor. Ketiga peneliti membagi peran secara komplementer. M. Rifqi Hariri (BRIN) bertanggung jawab atas analisis molekuler, M. Hisyam Fadhil (IPB University) menangani penanaman sampel hidup serta pembuatan ilustrasi botani, sementara Arifin Surya Dwipa Irsyam menyusun deskripsi morfologi spesies.
“Penelitian mengenai status taksonomi ×taringkecil ini sangat menarik bagi kami. Kami benar-benar menantikan hasil analisis molekuler,” tutur Arifin.

Dari kiri ke kanan: Arifin Surya Dwipa Irsyam, M.R. Hariri (tengah), dan M. Hisyam Fadhil (kanan)
Hasil analisis DNA berbasis internal transcribed spacer (ITS) kemudian mengonfirmasi dugaan awal tim. Spesimen tersebut terbukti memiliki kekerabatan genetik yang dekat dengan N. mirabilis, namun menunjukkan pengaruh morfologi dari N. bicalcarata, sehingga menguatkan bukti terjadinya hibridisasi alami.
Penelitian ini didukung oleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Rumah Program tahun 2023 dan 2026. Penemuan Nepenthes ×taringkecil menjadi bukti bahwa sinergi antara peneliti institusi dan komunitas hobiis dapat berkontribusi nyata dalam mengungkap keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terdokumentasi.





