Pakar ITB Ungkap Dampak Pengupasan Kulit Batang terhadap Kelangsungan Hidup Pohon

Oleh --- -

Editor Muhammad Efriza Pandia

Ilustrasi pohon (Dok. Pixabay)

BANDUNG, itb.ac.id – Pohon-pohon yang tumbuh di kawasan perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Selain memberikan keteduhan, keberadaan pohon turut mendukung kenyamanan termal, menyerap polutan, serta menjadi bagian dari ekosistem perkotaan. Karena itu, kondisi kesehatan pohon perlu menjadi perhatian bersama.

Hal tersebut menjadi relevan menyusul adanya pohon di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Bandung, yang ditemukan mengalami pengupasan kulit batang secara melingkar. Kondisi tersebut mendapat perhatian karena kerusakan pada bagian batang dapat memengaruhi sistem transportasi zat di dalam tubuh tanaman.

Dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Sains dan Bioteknologi Tumbuhan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ahmad Faizal, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa kulit batang bukan sekadar lapisan pelindung. Pada bagian dalam kulit batang terdapat jaringan pembuluh yang memiliki peran penting dalam mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju bagian tanaman lainnya.

Pengupasan kulit batang secara melingkar hingga mengenai jaringan penting dapat mengganggu bahkan memutus jalur transportasi tersebut. Akibatnya, hasil fotosintesis yang seharusnya didistribusikan ke bagian bawah tanaman, termasuk batang dan akar, tidak dapat mengalir secara normal.

Dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Sains dan Bioteknologi Tumbuhan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ahmad Faizal, S.Si., M.Si.

“Kerusakan yang mengelilingi batang dapat mengganggu kontinuitas jaringan pengangkut. Dampaknya bergantung pada seberapa dalam dan luas kerusakan serta kondisi pohonnya,” jelasnya.

Secara biologis, tanaman memiliki mekanisme transportasi yang memungkinkan air, mineral, dan hasil fotosintesis bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya. Gangguan pada sistem tersebut dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk mempertahankan pertumbuhan dan fungsi fisiologisnya.

Prinsip pengupasan kulit batang secara melingkar sebenarnya dikenal dalam teknik perbanyakan tanaman tertentu, seperti mencangkok.

"Dalam teknik tersebut, kulit batang atau cabang sengaja disayat untuk mengubah aliran hasil fotosintesis sehingga dapat merangsang pembentukan akar. Namun, perlakuan tersebut dilakukan secara terukur pada bagian tanaman yang dipilih dan diikuti tahapan pemeliharaan tertentu," ungkapnya.

Maka dari itu, perlakuan serupa pada pohon peneduh di ruang publik tanpa pertimbangan kondisi biologis pohon berpotensi menimbulkan kerusakan. Terlebih, tingkat dampaknya dapat berbeda-beda bergantung pada jenis pohon, ukuran batang, kedalaman luka, serta kondisi kesehatan pohon sebelum mengalami kerusakan.

Menjaga Pohon sebagai Bagian dari Ekosistem Kota

Ilustrasi pohon (Dok. Pixabay)

Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa merawat pohon perkotaan tidak cukup hanya dengan memastikan pohon tetap berdiri dan tumbuh. Kondisi batang, cabang, daun, hingga sistem perakaran perlu diperhatikan agar pohon dapat menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal.

"Kajian mengenai kesehatan pohon juga menjadi bagian dari perhatian keilmuan di SITH ITB. Penelitian mengenai vegetasi perkotaan, misalnya, menunjukkan bahwa setiap jenis pohon memiliki karakter dan tingkat toleransi yang berbeda terhadap kondisi lingkungan, termasuk polusi udara. Vegetasi perkotaan sendiri memiliki peran ekologis dalam membantu memperbaiki kualitas Lingkungan," tuturnya.

Dalam konteks kota yang semakin padat, keberadaan pepohonan menjadi salah satu elemen penting untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan. Oleh karena itu, masyarakat dapat turut berperan dengan menghindari tindakan yang dapat melukai batang atau bagian pohon tanpa pengetahuan dan tujuan yang tepat.

Perawatan pohon secara berkala, pemantauan kondisi kesehatan, serta penanganan oleh pihak yang memiliki kompetensi menjadi langkah penting untuk memastikan pohon-pohon perkotaan tetap tumbuh sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai cara kerja tumbuhan, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat pohon sebagai elemen penghijauan, tetapi juga sebagai organisme hidup yang memiliki sistem biologis kompleks dan perlu dirawat dengan tepat," ucapnya.

Dengan demikian, menjaga pohon di ruang publik bukan hanya tentang mempertahankan penghijauan kota, melainkan juga bagian dari upaya bersama membangun lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

#sith #sith itb #pohon #lingkungan #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg15 #life on land