Pengabdian Masyarakat Mahasiswa ITB Perkuat Ketahanan Lahan Pertanian Desa Sukawangi

Oleh Azka Zahara Firdausa - Mahasiswa Rekayasa Hayati, 2022

Editor Anggun Nindita


JATINANGOR, itb.ac.id — Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian (HIMAREKTA) “Agrapana” berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Kehutanan (HMH) “Selva” menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemetaan bahaya erosi dan penanaman pohon buah di Desa Sukawangi, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan mengurangi risiko erosi di lahan pertanian, mencegah potensi longsor pada wilayah bertopografi curam, serta menjaga kesuburan tanah agar produktivitas lahan tetap berkelanjutan. Melalui pemetaan tingkat bahaya erosi, masyarakat Desa Sukawangi diharapkan memperoleh informasi yang dapat dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan lahan berbasis risiko.

Pemetaan erosi dilakukan dengan memanfaatkan keilmuan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) yang dipelajari mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan. Data spasial dan analisis keruangan digunakan untuk mengolah informasi terkait topografi, tutupan lahan, serta karakteristik wilayah, sehingga menghasilkan peta bahaya erosi yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.


Hasil pemetaan bahaya erosi di Desa Sukawangi.
Kegiatan ini berawal dari inisiatif HIMAREKTA “Agrapana” yang merancang pemetaan wilayah Desa Sukawangi. Sejumlah jenis peta sempat direncanakan, antara lain peta tutupan lahan, peta kesesuaian lahan, dan peta erosi. Namun, berdasarkan kebutuhan masyarakat serta pertimbangan keterlaksanaan kegiatan, pemetaan bahaya erosi dipilih sebagai fokus utama. Dalam kolaborasi ini, HMH “Selva” berperan dalam penyusunan peta, sementara HIMAREKTA “Agrapana” melakukan edukasi pencegahan erosi serta kegiatan penanaman pohon buah.

Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat HIMAREKTA “Agrapana”, Susilo Eko, berharap kegiatan pemetaan dapat dikembangkan lebih lanjut. “Kami berharap ke depan dapat dilakukan pemetaan lanjutan, terutama terkait kesesuaian lahan, sehingga dapat menjadi acuan bagi petani dalam praktik budidaya,” ujarnya.


Dokumentasi penanaman pohon buah oleh HIMAREKTA “Agrapana”.
Selain pemetaan, mahasiswa juga menanam 42 pohon buah yang terdiri atas alpukat, mangga, durian, dan jeruk. Penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan daya serap air hujan untuk mengurangi risiko longsor, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. “Berdasarkan hasil survei dan diskusi dengan warga, pohon buah dipilih karena berfungsi sebagai konservasi tanah dan berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang,” tambah Eko.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat dalam pengelolaan lahan yang berwawasan lingkungan, sekaligus mendorong pemanfaatan keilmuan rekayasa secara nyata untuk menjawab permasalahan di tingkat desa.

#pengabdian #pengabdian masyarakat #sdg2 #zero hunger #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg15 #life on land