Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa ITB Telusuri Potensi Air Tanah di Desa Arjawinangun

Oleh Ayu I'anatul Maula - Mahasiswa Teknik Geofisika, 2022

Editor Anggun Nindita

CIREBON, itb.ac.id — BSO HIMA Teknik Geofisika (TG) “TERRA” ITB bersama SEG ITB Student Chapter (SC) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait keterbatasan air bersih, dengan tujuan mengidentifikasi potensi air tanah melalui metode geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES).

Keluhan mengenai keterbatasan air bersih tersebut sebelumnya disampaikan sejumlah warga Desa Arjawinangun kepada mahasiswa Teknik Geofisika ITB dalam kegiatan Pameran Alat Antar Jurusan pada tahun 2024. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, mahasiswa Teknik Geofisika ITB berinisiatif melakukan observasi di beberapa wilayah sekitar ITB Kampus Cirebon. Hasil observasi menunjukkan bahwa Desa Arjawinangun merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan paling serius dalam memperoleh akses air bersih.

Desa Arjawinangun hanya menerima pasokan air bersih setiap dua hari sekali yang dialirkan dari sumber air di Gunung Ciremai. Namun, pada kondisi tertentu, distribusi air tersebut kerap tidak menentu, bahkan dapat terhenti hingga satu bulan. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa kemudian melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pencarian potensi air tanah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh sumber air bersih yang lebih berkelanjutan.

Rosidah, salah seorang warga Desa Arjawinangun, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret untuk menjawab permasalahan kebutuhan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat.


Persiapan alat sebelum akuisisi data menggunakan AGI MiniSting. (Dok. Tim Dokumentasi Pengabdian Masyarakat)
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini melibatkan 67 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan pengukuran, masing-masing sepanjang 300 meter. Pengukuran menggunakan metode geolistrik VES dengan dua jenis instrumen, yakni AGI MiniSting dan OYO McOHM. Kedua alat tersebut digunakan untuk mengukur nilai resistivitas bawah permukaan melalui proses injeksi arus listrik dan pengukuran beda potensial yang dihasilkan.

Metode geolistrik VES dipilih karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap variasi kandungan air di bawah permukaan. Oleh karena itu, metode ini dinilai efektif untuk mengidentifikasi lapisan akuifer serta menilai potensi air tanah di wilayah pengukuran.

Pemasangan dan pengukuran lokasi elektroda. (Dok. Tim Dokumentasi Pengabdian Masyarakat)
“Saya berharap melalui kegiatan ini, kita sebagai sivitas akademika, khususnya mahasiswa Teknik Geofisika, dapat memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan penelitian yang dilakukan dapat memberikan informasi mengenai keberadaan air tanah yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Dadi Abdurrahman, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Arjawinangun.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu berkontribusi dalam memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kepekaan sosial serta kepedulian dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

#pengabdian #pengabdian masyarakat #sdg6 #clean water and sanitation #sdg4 #quality education #sdg11 #sustainable cities and communities