Seminar FGB ITB: Dorong Pendidikan Jaga Keseimbangan Sains, Rasa, dan Kemanusiaan

Oleh Zahira Rahma, S.Ds. - FSRD ITB

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Prof. Ridwan Sutriadi (kiri), Prof. Imam Buchori (tengah), Prof. Tutuka Ariadji (kanan) saat seminar FGB ITB, Selasa (2/6/2026).

BANDUNG, JUNI 2026 – Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB ITB) menggelar seminar bertema “Problematika Produksi Pengetahuan dan Pengakuannya di Zaman ‘Wicked’”, di FSRD ITB, Selasa (2/6/2026). Seminar interdisipliner ini menyoroti paradoks kemajuan di abad digital. Ketika teknologi diciptakan untuk membebaskan waktu manusia agar mampu berpikir lebih tinggi, realitas menunjukkan bahwa manusia justru rentan mengalami kelesuan kognitif akibat gelombang distraksi digital yang masif.

Keseimbangan Ilmu: Pertemuan Antara 'Quanta' dan 'Qualia'

Prof. Imam Buchori saat menjelaskan tentang pertemuan antara Quanta dan Qualia, memaparkan kesimpulan diskusi mengenai tantangan kecerdasan buatan (AI), yang menekankan pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis manusia di tengah meningkatnya otomatisasi dan kemajuan teknologi.

Dalam pemaparannya, Prof. Imam Buchori, Guru Besar Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB menggambarkan peta perkembangan pengetahuan dalam spektrum horizontal yang membagi kutub Quanta (sains, matematika, data kuantitatif) dan Qualia (pengalaman batiniah, estetika, emosi, atau rasa). Beliau memperingatkan bahaya jika dunia pendidikan hanya mengagungkan angka dan melupakan esensi manusia itu sendiri.

Pandangan ini diperkuat secara konkret dari kacamata rekayasa oleh Prof. Tutuka Ariadji, Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Beliau menegaskan bahwa dunia rekayasa (engineering science) tidak akan pernah bisa berdiri kokoh tanpa kehadiran "rasa" atau intuisi kemanusiaan.

"Sebelum sebuah jembatan, kilang minyak, atau inovasi teknologi mewujud secara fisik di lapangan, harus ada rasa, visi, dan intuisi kemanusiaan yang mendasarinya. Tanpa itu, apa yang kita bangun kehilangan jiwanya dan gagal memberikan kebermanfaatan yang sejati bagi manusia," ujar Prof. Tutuka.

Dalam seminar ini, institusi pendidikan tinggi diharapkan untuk terus melahirkan solusi riil di lapangan serta melalui multidisiplin secara nyata.

#fgb itb #pendidikan #seminar