Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Internasional Imperial Barrel Award 2026 di Amerika Serikat

Oleh Chysara Rabani - Teknik Pertambangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

HOUSTON, itb.ac.id — Tim Ganesha Dansk Energy dari Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 pada babak final global AAPG Imperial Barrel Award Program (IBA) 2026 di Houston, Amerika Serikat, Minggu (17/8/2026). Kemenangan tersebut menjadi pencapaian global penting bagi ITB setelah sebelumnya konsisten berprestasi di tingkat Asia Pasifik, sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam menganalisis persoalan eksplorasi energi berbasis data nyata hingga menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa ditantang mengolah data geologi dan geofisika yang kompleks menjadi strategi eksplorasi serta menyampaikannya seperti sebuah proyek profesional kepada investor. Kemampuan tersebut relevan dengan kebutuhan industri energi yang membutuhkan tidak hanya penguasaan teknis, tetapi juga kolaborasi lintas keilmuan, pengambilan keputusan, dan komunikasi yang efektif.

Atas kemenangan tersebut, Ganesha Dansk Energy juga memperoleh hadiah sebesar US$10.000.

Tim Ganesha Dansk Energy terdiri atas mahasiswa Magister Teknik Geologi, yakni Arieq Bagus Putradinanti (2024), Dinda Putri Khamisah (2025), dan Mohammad Maghantis Taqy (2025); mahasiswa Sarjana Teknik Geologi, Fathan Khoiri Nujaih Siregar (2021); serta mahasiswa Magister Teknik Geofisika, Hammam Muhammad (2024).

Imperial Barrel Award merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dan mempertemukan mahasiswa geosains dari berbagai perguruan tinggi di dunia. Kompetisi tersebut menyimulasikan proses evaluasi eksplorasi energi. Peserta menerima dataset nyata untuk dianalisis, kemudian mempresentasikan hasilnya layaknya sebuah proyek yang akan ditawarkan kepada investor.

Setiap tim memiliki waktu sekitar sepuluh pekan untuk menganalisis data geologi, geofisika, dan aspek pendukung lainnya. Hasil analisis kemudian dipresentasikan selama 25 menit di hadapan juri ahli industri. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kualitas teknis, tetapi juga orisinalitas, kerja sama tim, serta kemampuan menyampaikan hasil analisis secara menarik dan mudah dipahami.

Dari Asia Pasifik Menuju Panggung Global

Perjalanan Ganesha Dansk Energy menuju final global dimulai dari seleksi internal ITB dan persiapan selama lebih dari setengah tahun. Tim mempelajari pengalaman peserta IBA tahun-tahun sebelumnya, memperdalam kemampuan teknis, serta membangun kekompakan agar dapat bekerja secara efektif.

Dataset untuk babak regional diberikan pada Februari 2026 dan dikerjakan selama sepuluh pekan sebelum dipresentasikan secara daring pada 24 April 2026. Ganesha Dansk Energy kemudian keluar sebagai Juara 1 Asia Pasifik sekaligus menjadi perwakilan regional untuk mengikuti babak final global di Amerika Serikat.

“ITB selama ini sudah menang di Asia Pasifik, jadi muncul motivasi apakah kami bisa menembus global. Selain itu, kami ingin mendapatkan pengalaman, rekognisi, juga networking untuk mendukung karier ke depan,” ujar Fathan.

Mengolah Potensi Energi di North Sea

Pada kompetisi tersebut, Ganesha Dansk Energy memperoleh dataset wilayah North Sea. Tim menganalisis karakteristik geologi dan struktur regional, sistem petroleum, serta potensi hidrokarbon di wilayah tersebut.

Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Tim mengevaluasi sejumlah strategi pengeboran, menentukan target formasi atau reservoir, hingga memperkirakan potensi produksi dalam satuan ribuan barel. Kajian tersebut juga dilengkapi dengan rekomendasi mengenai keberlanjutan pengembangan dan risiko lingkungan.

Tantangan terbesar bagi tim bukan hanya mengolah data, tetapi juga mengubah analisis teknis yang kompleks menjadi cerita yang mudah dipahami dalam presentasi selama 25 menit.

“Kami harus mengubah pola berpikir dari akademik atau project-based menjadi pitching. Semua analisis teknis harus dikemas menjadi sebuah cerita yang informatif, menarik, dan mudah dipahami juri,” kata Arieq.

Pada babak final, tim kembali menganalisis presentasinya secara detail untuk menemukan hal yang dapat menjadi pembeda. Karena memperoleh giliran presentasi terakhir, mereka menggunakan tiga kartu berwarna merah, kuning, dan hijau sebagai bagian dari interaksi dengan juri. Strategi tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga perhatian juri sekaligus menghadirkan pengalaman presentasi yang berbeda.

Bertumbuh Melalui Tekanan Kompetisi

Selain mengasah kemampuan teknis, IBA menjadi ruang belajar bagi anggota tim untuk menguasai perangkat lunak yang sebelumnya belum mereka gunakan serta mengintegrasikan hasil analisis dari berbagai bidang.

“Bagi saya, kami bertumbuh dari nol sampai sekitar 90. Tekanan selama sepuluh minggu akhirnya menjadi privilege karena yang sebelumnya tidak tahu, akhirnya menjadi tahu,” ujar Arieq.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim menyampaikan apresiasi kepada Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., tim IBA ITB tahun-tahun sebelumnya, AAPG Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indro Susilo, panitia AAPG, keluarga, serta seluruh pihak yang mendukung perjalanan mereka.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami. Dari Bandung sampai Amerika Serikat, dukungannya sangat berarti. At last, we got to bring back the gold,” ujar Arieq.

Prestasi Ganesha Dansk Energy menjadi tonggak penting setelah perjalanan ITB meraih berbagai capaian di tingkat regional Asia Pasifik. Kemenangan pada tingkat global tersebut memperlihatkan bahwa penguasaan teknis perlu berjalan bersama kemampuan berkolaborasi, menyusun strategi, dan mengomunikasikan gagasan agar sebuah analisis dapat memberikan nilai dan menjawab persoalan nyata.

Capaian itu juga menjadi gambaran kapasitas talenta muda Indonesia dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks serta memperkuat kehadiran mahasiswa Indonesia dalam kompetisi geosains internasional.

#itb #prestasi mahasiswa #prestasi internasional #mahasiswa itb #imperial barrel award #iba 2026 #aapg #geosains #teknik geologi #teknik geofisika #eksplorasi energi #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure