Ubah Tantangan Emisi Jadi Peluang, Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Kompetisi Paper dan Poster Internasional

Oleh Ilham Rezy Saputra - Teknik Perminyakan

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim SYG meraih juara pada Paper and Poster Competition International Energy Summit (IES) 2025, Minggu (19/10/2025), di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Dok. Tim SYG)

BANDUNG, itb.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim SYG, mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan ITB, meraih Juara Pertama (Champion) pada Paper and Poster Competition International Energy Summit (IES) 2025 yang diselenggarakan oleh AAPG Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.

Tim SYG yang beranggotakan Yesaya Anju Beckham Napitupulu, Rayhan Andrasaki Rahmatulloh, dan Gabriel Chris Palanza Sihotang mengusung gagasan inovatif berupa integrasi limbah industri minyak dan gas, yakni flare gas dan produced water, untuk dikonversi menjadi hidrogen rendah karbon serta CO? yang dimanfaatkan untuk Enhanced Oil Recovery (EOR).

Melalui pendekatan teknologi Autothermal Reforming (ATR), Water Gas Shift (WGS), Pressure Swing Adsorption (PSA), serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang dipadukan dengan Supercritical Water Oxidation with Dissolved Oxygen (SCWOD), Tim SYG menawarkan solusi dekarbonisasi yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan migas di Indonesia. Pendekatan ini menargetkan dua permasalahan utama industri, yakni tingginya emisi karbon akibat praktik flaring serta dampak lingkungan dari produced water yang selama ini dibuang sebagai limbah.

Berdasarkan studi kasus lapangan yang dianalisis dalam karya tulis ilmiah, sistem yang diusulkan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 4.015 ton hidrogen per tahun serta menurunkan emisi hingga 33.896 ton CO? per tahun. Selain mendukung agenda transisi energi, pemanfaatan CO? untuk EOR juga berpotensi meningkatkan produksi minyak pada lapangan-lapangan mature, sehingga memberikan manfaat ganda dari sisi lingkungan dan ekonomi.

Karya ini memiliki potensi penerapan nyata yang tinggi karena sebagian besar teknologi yang digunakan telah berada pada Technology Readiness Level (TRL) 8–9, sementara teknologi SCWOD masih berada pada tahap pilot dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui riset lanjutan dan kolaborasi dengan industri.

Dalam proses penyusunan paper dan poster, tim menerapkan pembagian peran yang jelas sejak awal, diskusi rutin, serta koordinasi melalui timeline dan checkpoint berkala. Komunikasi yang terbuka dan budaya saling menghargai antar anggota menjadi kunci keberhasilan tim dalam menyelesaikan karya secara efektif di tengah kesibukan akademik masing-masing.

Karya Tim SYG juga disusun dengan pendekatan multidisiplin yang memadukan production engineering, proses konversi energi, dan analisis ekonomi, serta didukung kemampuan non-teknis dalam penyusunan narasi dan visualisasi poster. Kombinasi tersebut membuat ide yang kompleks dapat disampaikan secara ringkas, jelas, dan meyakinkan kepada dewan juri.

Melalui pencapaian ini, Tim SYG berharap dapat terus memperdalam pemahaman terhadap industri minyak dan gas, memperluas jejaring profesional, serta membuka peluang keterlibatan dalam proyek-proyek nyata di sektor energi. Prestasi ini diharapkan pula dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa ITB lainnya untuk berani mengembangkan solusi inovatif yang berkontribusi pada keberlanjutan energi nasional.

Final Paper and Poster Competition IES 2025 dilaksanakan pada 18 Oktober 2025, dengan malam penganugerahan pada 19 Oktober 2025 di Yogyakarta.

#prestasi mahasiswa #sdg7 #affordable and clean energy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg12 #responsible consumption and production #sdg13 #climate action