Urban Constellations: Mahasiswa ITB Ajak Publik Memahami Kota Lewat Proses Berpikir Arsitektur
Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 2025 menghadirkan Urban Constellations, sebuah pameran yang mengajak masyarakat untuk melihat arsitektur dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak sekadar menampilkan hasil desain, pameran ini membuka ruang dialog mengenai proses berpikir arsitektur dan isu ruang publik di Kota Bandung.
Penanggung jawab kegiatan, Mashia Saghira Syauki, menjelaskan bahwa Urban Constellations lahir dari kebutuhan mahasiswa untuk belajar berkolaborasi sekaligus merespons persoalan ruang publik yang mereka temukan secara langsung di lapangan.
Melalui pameran ini, mahasiswa ingin memperkenalkan proses berpikir arsitektur kepada masyarakat, bukan hanya produk akhirnya. Pengunjung diajak memahami bagaimana sebuah gagasan arsitektur lahir melalui observasi, analisis, eksplorasi solusi, hingga penyusunan karya.
Mashia menjelaskan bahwa seluruh proses diawali dengan site visit untuk mengamati kondisi ruang publik di Bandung. Temuan-temuan tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan design thinking sebelum diterjemahkan menjadi berbagai karya yang dipamerkan.
“Tujuan utamanya adalah mengenalkan proses berpikir arsitektur ke masyarakat, bukan cuma hasil desainnya. Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran pengunjung tentang ruang publik Kota Bandung dan mendorong mereka berpikir kritis mengenai kemungkinan solusinya,” katanya.

Pameran ini menyasar masyarakat umum, khususnya mahasiswa di Bandung. Antusiasme publik terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 391 orang dalam satu hari, disertai berbagai tanggapan dan diskusi yang muncul setelah mereka mengunjungi pameran.
Menurut Mashia, capaian tersebut menunjukkan bahwa arsitektur dapat menjadi medium yang efektif untuk membangun kesadaran publik terhadap persoalan kota.
“Yang paling terasa adalah kami belajar bahwa arsitektur bukan cuma soal mendesain, tapi juga soal komunikasi, kolaborasi, dan memahami kebutuhan orang lain,” tuturnya.
Berbeda dari pameran arsitektur pada umumnya, Urban Constellations tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menghadirkan proses di balik karya tersebut melalui penyajian alur berpikir desain, sesi Artist Talk, dan interaksi langsung antara peserta dan pengunjung.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa Arsitektur ITB berharap masyarakat dapat melihat bahwa arsitektur memiliki peran yang erat dengan kehidupan sehari-hari dan kualitas ruang kota.
“Kalau ada satu hal yang ingin kami tinggalkan, mungkin bahwa arsitektur itu bukan cuma tentang bangunan, tetapi tentang memahami masalah di sekitar dan mencari kemungkinan solusi yang lebih baik,” ujar Mashia.

.jpg)




