ITB Hackathon Series 2026, Buka Kolaborasi Riset Pengembangan Teknologi Masa Depan

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Kick-off ITB Hackathon Series 2026, Senin (5/10/2026), di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha. Mengusung tema “From Idea, to Impact”, program ini mendorong ide dan hasil riset berkembang menjadi solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

ITB Hackathon Series 2026 mempertemukan berbagai kalangan dalam empat bidang strategis, yakni Agentic AI, Chip Design, DeepTech for Smart X, dan Genomik. Kegiatan ini terbuka untuk umum, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, startup, profesional, hingga mitra industri. Secara keseluruhan, partisipasi diperkirakan mencapai sekitar 50 peserta/tim.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, kewirausahaan, dan persoalan nyata di masyarakat.

Agenda ini turut dihadiri Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., secara virtual.

Menjembatani Riset dan Komersialisasi

Dr. Fauzan Adziman mengatakan bahwa program Hackathon ini menjadi bagian dari upaya mendorong komersialisasi teknologi berbasis riset atau deep tech, sekaligus menjembatani tantangan yang kerap muncul pada fase transisi dari penelitian menuju penerapan dan komersialisasi.

Ia menekankan pentingnya memahami persoalan sebelum mengembangkan produk. Selain kemampuan teknis, talenta masa depan juga perlu memiliki tiga kompetensi utama, yakni problem solving, creativity, dan resilience.

"Hackathon pun diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, melainkan menjadi pintu masuk menuju pendampingan dan pengembangan lebih lanjut. Melalui proses tersebut, inovasi berbasis riset diharapkan turut mendorong lahirnya lapangan kerja berketerampilan tinggi serta solusi terhadap berbagai disrupsi teknologi," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi ITB, Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., mengatakan, salah satu tantangan utama perguruan tinggi adalah membawa hasil riset melewati proses hilirisasi hingga menjadi solusi yang memberikan nilai tambah.

Menurutnya, keberhasilan hackathon tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau pemenang, tetapi juga dari keberlanjutan solusi, hilirisasi teknologi, serta dampak nyata yang dihasilkan.


"Oleh karena itu, kolaborasi akademisi dengan industri perlu dibangun sejak awal agar inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna," ujarnya.

Empat bidang dalam hackathon dirancang untuk menjawab kebutuhan teknologi yang beragam. Agentic AI berfokus pada pengembangan agen kecerdasan buatan untuk produktivitas, pengelolaan pengetahuan, layanan, dan otomasi proses. Chip Design mendorong peserta menerjemahkan kebutuhan industri menjadi rancangan chip yang dapat divalidasi.

Sementara itu, DeepTech for Smart X diarahkan pada pengembangan sistem cerdas untuk infrastruktur, energi, industri, kota cerdas, Internet of Things (IoT), dan sistem terkoneksi. "Adapun bidang Genomik mendorong pemanfaatan data biologis untuk kesehatan, ketahanan pangan, biodiversitas, dan bioindustry," katanya.

Dorong Indonesia Menjadi Pengembang Teknologi
Ketua Pelaksana DeepTech for SmartX Hackathon ITB Series 2026, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., mengatakan bahwa pengembangan teknologi perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari semikonduktor, chip, dan infrastruktur komputasi hingga algoritma, large language model (LLM), serta berbagai penerapannya untuk pemerintah, industri, dan perkotaan.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial perlu dilihat lebih luas sebagai proses pemanfaatan data untuk membantu menghasilkan keputusan secara cepat dan tepat.

"Melalui momentum ini, Indonesia didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga meningkatkan konten lokal, membangun industri, dan menumbuhkan startup berbasis teknologi," ucapnya.

#itb #hackathon #teknologi #ai #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 17 #partnerships for the goals