Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menjadi pembicara dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III yang digelar Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan bupati dan wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia ini digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Jakarta.
KPPD III ini bertujuan memperkuat kapasitas, wawasan kebangsaan, dan integritas bagi bupati dan wali kota demi mewujudkan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang efektif dan inovatif.
Pada kesempatan tersebut, Rektor ITB menyampaikan sejumlah hal. Pendidikan dan pengembangan manusia perlu ditempatkan sebagai investasi utama pembangunan daerah. Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial, otomasi, kesenjangan mutu antarwilayah, serta ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan kerja, sekolah tidak dapat lagi berfokus pada pencapaian nilai semata. Transformasi pendidikan harus memperkuat literasi, numerasi, kompetensi STEM, dan karakter melalui lima pengungkit utama, yakni peningkatan kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum yang relevan dan kontekstual, ekosistem belajar berbasis teknologi dan proyek nyata, serta kemitraan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, orang tua, alumni, dan masyarakat.
ITB siap mendukung pemerintah daerah melalui pengembangan kurikulum, pelatihan guru dan kepala sekolah, pendampingan dan penjaminan mutu sekolah, pembinaan talenta, riset terapan, serta program beasiswa putra daerah. Program tersebut perlu dimulai dari proyek percontohan yang terukur, didukung mandat kepala daerah, tim lintas sektor, target berbasis data, dan pengimbasan ke sekolah lain. Beasiswa juga harus disesuaikan dengan kebutuhan strategis daerah agar penerimanya tidak hanya memperoleh akses pendidikan terbaik, tetapi dapat kembali membawa pengetahuan dan solusi bagi pembangunan daerahnya.