Alumni Internasional ITB Siap Berkarya Terapkan Ilmu di Negara Asal
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kontribusi pendidikan internasional sekaligus jejaring dengan negara-negara berkembang melalui kelulusan mahasiswa penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian AID Scholarship (TIAS). Setelah menyelesaikan pendidikan magister, para lulusan akan kembali ke negara masing-masing dengan membawa pengetahuan, keterampilan, pengalaman industri, serta jejaring yang dibangun selama berada di Indonesia untuk diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari industri minyak dan gas hingga pembangunan infrastruktur.
Keberadaan para lulusan internasional ITB menjadi bagian dari pembangunan jejaring jangka panjang dengan negara-negara Global South melalui pendidikan, kealumnian, dan potensi kolaborasi lintas negara.
Untuk lulusan internasional tersebut, ITB melalui Direktorat Kemitraan, menggelar Syukuran Wisuda Mahasiswa Program Beasiswa KNB dan TIAS, di International Relations Office (IRO) ITB, Jalan Ganesha No. 17F, Bandung, Jumat (21/8/2026). Pada kesempatan tersebut, hadir sembilan lulusan internasional, terdiri atas delapan penerima beasiswa TIAS asal Tanzania dan satu penerima beasiswa KNB asal Timor-Leste.
Kelulusan Menjadi Awal Kontribusi
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, menyampaikan, kelulusan bukanlah akhir dari hubungan antara para mahasiswa internasional dan ITB.
“Saya berharap Anda membawa tidak hanya pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di ITB, tetapi juga persahabatan, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah dibangun di sini,” ujarnya.
Menurutnya, bekal tersebut diharapkan dapat digunakan para lulusan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan negara masing-masing sekaligus menjadi penghubung antara ITB dan lingkungan tempat mereka berkarya.
“Hubungan Anda dengan ITB tidak berakhir hari ini. Anda sekarang menjadi bagian dari keluarga alumni ITB. Tetaplah terhubung dengan kami dan satu sama lain,” katanya.
Membawa Ilmu ITB ke Industri di Negara Asal

Salah seorang lulusan asal Tanzania, Kelvin Elimada Ojango, yang menempuh pendidikan magister di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB dengan fokus pada bidang pemeliharaan (maintenance), mengatakan, kesempatan belajar melalui program TIAS memberikan manfaat jauh melampaui pencapaian akademik. Selain memperkuat pengetahuan di bidang teknik mesin, ia memperoleh kesempatan mengenal praktik industri serta membangun jejaring dengan akademisi dan profesional di Indonesia.
“Belajar di Indonesia dan berinteraksi langsung dengan dunia industri memberikan banyak keterampilan yang dapat saya terapkan di negara saya,” katanya.
Penelitian Kelvin berfokus pada Reliability-Centered Maintenance di sektor minyak dan gas. Ilmu tersebut menjadi salah satu bekal yang ingin dibawanya kembali ke Tanzania.
“Saya ingin membagikan pengetahuan ini kepada para profesional muda di Tanzania serta membantu menyelesaikan masalah nyata di industri, khususnya sektor minyak dan gas,” ujarnya.
Terinspirasi Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Pengalaman berbeda dirasakan Derick Elvis Kamala, lulusan asal Tanzania yang menempuh studi magister di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FSTL). Ia mengatakan, program beasiswa memberinya kesempatan memperoleh paparan internasional dengan bertemu mahasiswa dari berbagai negara. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membangun jejaring dan kepercayaan dirinya dalam mengambil keputusan.
Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya selama berada di Indonesia adalah pembangunan infrastruktur, terutama konstruksi jalan.
“Pengetahuan dan keterampilan yang telah saya peroleh di ITB selama menempuh gelar magister akan saya coba terapkan di Tanzania agar saya dapat mengembangkan infrastruktur di negara asal saya,” katanya.
Derick memilih Indonesia karena melihat perkembangan teknologi dan pembangunan yang dapat menjadi sumber pembelajaran. Adapun ITB dipilihnya karena reputasi dan kekuatannya dalam pendidikan teknik.
Direktorat Kemitraan ITB Mendampingi sejak Sebelum Mahasiswa Tiba
Di balik perjalanan pendidikan para penerima beasiswa tersebut, Direktorat Kemitraan ITB berperan dalam mendampingi mahasiswa sejak sebelum mereka tiba di Indonesia hingga menyelesaikan masa studi.
Pendampingan dimulai dari proses pra-kedatangan, seperti administrasi penerimaan dan pengurusan visa. Setelah mahasiswa tiba, Direktorat Kemitraan ITB turut mengoordinasikan proses administrasi, pembelajaran bahasa Indonesia, transisi menuju fakultas atau sekolah, serta berbagai kebutuhan selama mereka menjalani studi.
Selain urusan akademik dan administrasi, mahasiswa internasional juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk Cultural Day, yang membantu mereka mengenal Indonesia sekaligus berinteraksi dengan komunitas internasional di ITB.
Program KNB dan TIAS sendiri menjadi bagian dari skema pendidikan internasional Pemerintah Indonesia yang menjangkau mahasiswa dari berbagai negara berkembang.
.jpg)
Selain Tanzania dan Timor-Leste, mahasiswa internasional yang tengah menjalani pendidikan melalui program tersebut di ITB berasal dari sejumlah negara lain, di antaranya Kenya, Papua Nugini, Pakistan, Afghanistan, Yaman, Kepulauan Solomon, dan Saint Lucia.
.jpg)

.jpg)

.jpg)