Mahasiswa ITB Raih Juara 1 Kompetisi Esai Nasional Lewat Inovasi NEXUS: AI-Driven Smart Carbon Management untuk Lapangan Migas Tua

Oleh Rasya Ihza Ramadhan - Teknik Fisika, 2023

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim PKWNK22 meraih juara 1 kategori essai pada kompetisi NEXT-G IPB 2026, Cirebon, Minggu (17/5/2026). (Dok. Tim PKWNK22)
CIREBON, itb.ac.id – Dua mahasiswa Teknik Industri dan satu mahasiswa Teknik Perminyakan angkatan 2023 Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim “PKWNK22” meraih juara 1 dari 47 finalis pada kategori esai dalam ajang NEXT-G IPB 2026, yang diselenggarakan oleh BEM FMIPA IPB. Tim ini menghadirkan inovasi yang memanfaatkan integrasi nanoteknologi, foam stabilisasi berbasis nanohybrid Graphene Quantum Dots dan nanosilika, serta kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan CO? sekaligus recovery minyak di lapangan migas tua melalui sistem manajemen karbon adaptif dan real-time bernama NEXUS.

NEXT-G 2026 mengangkat tema “Green Industry: Innovation for Sustainable Energy Transition”. Kompetisi ini menantang peserta menghadirkan solusi nyata terhadap masalah energi dan emisi karbon.

Tim PKWNK22 yang terdiri atas Mahesya Friemay Romadhoni, Lukmanul Hakim, dan Dhefa Mochamad Septiana F ini menghadirkan inovasi berjudul “NEXUS: AI-Driven Smart Carbon Management untuk Dekarbonisasi Lapangan Migas Tua melalui NP-FAWAG”. Dalam kompetisi tersebut, tim menjawab tantangan ini melalui integrasi teknologi CCUS, NP-FAWAG, nanohybrid Graphene Quantum Dots, nanosilika, Bayesian Optimization, Bi-LSTM, dan dashboard monitoring AI dalam satu sistem terpadu.

“Kami ingin menghadirkan solusi transisi energi yang realistis bagi lapangan migas tua, dengan tetap mempertahankan nilai ekonomi dan mendukung target Net Zero Emission 2060,” ujar Mahesya.

Proses pengembangan NEXUS ini menuntut tim dalam menyeimbangkan ilmu lintas jurusan. Tim mengelaborasikan berbagai disiplin pengetahuan agar menghasilkan sistem yang efektif.

“Kami bekerja 200%, membaca jurnal, mengelaborasi ide, dan terus berkoordinasi meski jadwal akademik padat,” ujar Dhefa. Mereka juga melakukan revisi besar pada struktur esai untuk memastikan kesesuaian dan kejelasan teknis.

Dampak inovasi NEXUS bagi Indonesia cukup luas. Dari sisi industri, sistem ini membantu perusahaan migas mencapai dekarbonisasi dengan efisiensi tinggi, adaptif, dan tetap bernilai ekonomi melalui peningkatan recovery minyak dan optimasi penyimpanan CO₂. Dari sisi masyarakat, NEXUS berpotensi menurunkan emisi karbon, mendukung industri rendah karbon, dan meningkatkan literasi masyarakat tentang transisi energi hijau.

Tim berharap sistem ini bisa dikembangkan lebih lanjut melalui validasi laboratorium, pilot project lapangan, hingga implementasi skala industri, bahkan diperluas ke sektor petrokimia, semen, dan pembangkit listrik beremisi tinggi.

“Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti sebagai laporan kompetisi, tetapi dapat menjadi platform smart carbon management system yang nyata dan mendorong perkembangan riset AI, nanoteknologi, dan CCUS di Indonesia agar lebih kompetitif secara global,” kata Hakim.

#itb #mahasiswa itb #prestasi mahasiswa #prestasi nasional #teknik industri #teknik perminyakan #smart carbon management #artificial intelligence #nanoteknologi #ccus #dekarbonisasi #transisi energi #green industry #net zero emission #lapangan migas tua #carbon management #inovasi mahasiswa #sdg7 #affordable and clean energy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg12 #responsible consumption and production #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals