Prodi Kimia ITB, IAKI, dan HMK ‘AMISCA’ Gelar 3 Pelatihan Kompetensi Berbasis ISO Awareness Training untuk Mahasiswa S1 dan S2

Oleh -

Editor Muhammad Efriza Pandia

Pelatihan ISO/IEC 17025:2017 Awareness training (11-12 April 2026).

BANDUNG, itb.ac.id — Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Kimia (IAKI) ITB dan Himpunan Mahasiswa Kimia “AMISCA” ITB menyelenggarakan tiga seri pelatihan kompetensi berbasis ISO Awareness Training.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta mahasiswa tingkat akhir jenjang sarjana, pascasarjana, serta wisudawan Program Studi Kimia FMIPA ITB. Acara ini juga digelar dalam rangka menyambut Wisuda April ITB 2026.

Tiga pelatihan tersebut meliputi ISO/IEC 17025:2017 Awareness Training pada 11–12 April 2026; Validasi dan Verifikasi Metode Pengujian Kimia Berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017 pada 25–26 April 2026; serta Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Audit Sistem Manajemen ISO 19011:2018 pada 2–3 Mei 2026.

Materi pelatihan diberikan oleh praktisi profesional dari Ikatan Alumni Kimia ITB lintas angkatan. Pada seri pertama, materi ISO/IEC 17025:2017 Awareness Training disampaikan oleh Gita Madia, S.Si. (KI’08) dan Afi Rona, S.Si. (KI’18) dari Multinational Toy Company.

Pelatihan Validasi dan Verifikasi Metode Pengujian Kimia Berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017 (25-26 April 2026).
Pada seri kedua, materi Validasi dan Verifikasi Metode Pengujian Kimia Berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017 disampaikan oleh Hendra Hardiansyah, S.Si. (KI’04) dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Sementara itu, pelatihan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Audit Sistem Manajemen ISO 19011:2018 disampaikan oleh Anton Nurkholis, S.Si. (KI’92), seorang auditor, trainer, dan konsultan di sektor industri kimia dan manufaktur makanan.

Penyerahan cinderamata setelah pelatihan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015 serta Audit Sistem Manajemen ISO 19011: 2018 (2-3 Mei 2026).

Ketiga rangkaian pelatihan ini memiliki pemahaman yang saling melengkapi satu sama lain. Pelatihan ISO/IEC 17025: 2017 berisi prinsip-prinsip dasar standar internasional terkait persyaratan umum, teknis, manajemen dan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Pelatihan ini memiliki klausul-klausul penting yang dirancang untuk membantu laboratorium dalam menerapkan sistem manajemen mutu yang efektif, meningkatkan kompetensi teknis, dan memastikan akurasi serta keandalan hasil pengujian dan kalibrasi.

Tidak kalah pentingnya secara spesifik pada salah satu klausul itu dilakukan Pelatihan Validasi dan Verifikasi Metode Pengujian Kimia berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai konsep validasi dan verifikasi metode pengujian kimia yang menjadi salah satu klausul penting dalam ISO/IEC 17025:2017. Kemampuan penerapan validasi dan verifikasi metode pengujian kimia merupakan kompetensi krusial dalam praktik analisis kuantitatif di laboratorium, terutama bagi calon praktisi industri kimia yang akan berkecimpung dalam ketertelusuran hasil pengujian mutu dan validasi hasil analisis.

Meteri lain yang tidak kalah penting adalah penerapan manajemen mutu dan cara audit sistem manajemen yang terstandar. Pelatihan ini sangat penting dalam mengelola manajemen dan audit internal mutu laboratorium yang dapat berpengaruh kepada reputasi laboratorium. Selain sesi pemaparan konsep, peserta mengikuti pretest dan post test layaknya pelatihan profesional. Selain itu, peserta mendapatkan pengalaman hands-on melalui simulasi perhitungan menggunakan perangkat software dan formulasi yang sering digunakan dalam industri dan analisis kasus nyata di laboratorium industri.

Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Kimia FMIPA ITB, Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si., mengatakan pelatihan ini penting sebagai bentuk awareness bagi mahasiswa dan alumni muda.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi berbasis ISO/IEC 17025:2017 dari perspektif praktisi industri yang juga merupakan alumni Kimia FMIPA ITB,” ujarnya.

Para alumni yang menjadi narasumber turut mengapresiasi antusiasme peserta dalam berdiskusi dan mengikuti simulasi. Mereka berharap kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal awal bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia industri.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin sering dilaksanakan agar calon alumni mendapatkan wawasan baru dari sudut pandang praktisi.

Ketua Program Studi Sarjana Kimia FMIPA ITB, Dr. Rusnadi, M.Si., turut hadir membuka kegiatan. Ia memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan pelatihan yang telah berjalan hampir lima tahun berdasarkan aspirasi alumni yang bekerja di industri pascapandemi Covid-19.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai tambahan wawasan sekaligus bekal kesiapan menghadapi dunia industri. Ia juga mengapresiasi para alumni yang tergabung dalam IAKI ITB atas dedikasinya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa Kimia ITB.

Menurutnya, para mahasiswa yang saat ini mengikuti pelatihan kelak akan menjadi alumni yang dapat berbagi pengalaman dengan calon alumni berikutnya.

Selain Program Studi Kimia FMIPA ITB, pelatihan ini didukung oleh sejumlah perusahaan alumni Kimia ITB, yaitu NADISO LAB, Multinational Toy Company, PT Paragon Technology and Innovation, WinChezze, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, dan PT Mauri Teknologi Indonesia.

#itb #itb berdampak #fmipa itb #kimia itb #iaki itb #hmk amisca itb #pelatihan #kompetensi mahasiswa #wisudawan itb #alumni itb #industri kimia #laboratorium kimia #manajemen mutu #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals