ITB Dorong Budaya Mutu dan Persiapkan Mahasiswa Hadapi Industri Global melalui SNI Goes to Campus

Oleh Qonita Aulia Rahmatullah - Mahasiswa Teknik Pangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si., menyampaikan sambutan pada kegiatan "SNI Goes to Campus" yang diselenggarakan di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha, Jumat (11/9/2026).

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia industri melalui pemahaman standardisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dalam kegiatan SNI Goes to Campus yang diselenggarakan di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami peran Standar Nasional Indonesia dan standar internasional, penerapannya dalam industri, serta posisi generasi muda sebagai konsumen yang cerdas. Kegiatan ini pun mendorong mahasiswa melihat standardisasi sebagai bagian dari ekosistem inovasi, pengembangan industri, dan peningkatan daya saing Indonesia.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhammad Insanu, S.Si., M.Si. mengatakan, kehadiran perspektif perguruan tinggi dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi pengetahuan mengenai standar ke dalam lingkungan akademik sebagai bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam ekosistem standardisasi melalui pengembangan pengetahuan, penyediaan keahlian, serta keterlibatan akademisi dalam proses pengembangan standar.

Acara dilanjutkan dengan keynote speech dari Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Penilaian Kesesuaian, Dr. Heru Susanto, S.Pi., M.T. Dalam sesi tersebut, standardisasi dipaparkan sebagai instrumen penting untuk membangun budaya mutu sekaligus memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat.

ITB sebagai Bagian dari Ekosistem Standardisasi

Dalam pemaparan mengenai Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Kepala Kantor Layanan Teknis BSN, Hardiles, S.T., M.T. menjelaskan bahwa standardisasi mencakup berbagai aspek, antara lain standarisasi sistem, jasa, proses, dan produk. Perumusannya dilakukan melalui komite teknis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pakar, pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen. Mekanisme tersebut menempatkan konsensus sebagai bagian penting dalam menghasilkan standar yang relevan dan dapat diterapkan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam proses tersebut. Kontribusi dapat dilakukan melalui pengajuan usulan perumusan SNI, pemberian masukan dalam kaji ulang standar, maupun keterlibatan akademisi sebagai expert dalam pengembangan standar di tingkat internasional”, ujarnya.

Penguatan pendidikan standardisasi juga telah mulai dilakukan di sejumlah perguruan tinggi melalui pembelajaran dan mata kuliah terkait. Dalam konteks tersebut, ITB didorong untuk terus menjadi salah satu role model perguruan tinggi dalam pengembangan kompetensi standardisasi.

Membekali Mahasiswa untuk Industri Berbasis Standar

Keterkaitan antara standardisasi dan dunia profesional menjadi pembahasan utama pada sesi “Industri Berbasis Standard” yang disampaikan oleh Kepala Divisi Integrated Management System PT Hartadinata Abadi Tbk, Raida Shafa Kamilah, S.Stat., M.Ak.

Menurut Raida, standar berperan dalam memberikan jaminan kesesuaian produk sekaligus membantu industri memenuhi tuntutan pasar global. Penerapan standar berlangsung sepanjang rantai proses bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengendalian mutu, hingga produk akhir diterima konsumen. Pemahaman tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa ITB yang akan memasuki berbagai sektor industri.

“Selain kompetensi keilmuan, mahasiswa perlu memiliki hard skills berupa pemahaman dasar mengenai regulasi dan standar, kemampuan berpikir berbasis risiko, serta kemampuan analisis data. Sementara itu, soft skills seperti ketelitian, kemampuan dokumentasi, komunikasi lintas disiplin, dan pemecahan masalah juga menjadi bagian penting dalam penerapan standar di lingkungan profesional,” ujar beliau.

Mahasiswa sebagai Konsumen Cerdas

Perspektif lain mengenai standardisasi disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Barat, Erik Wahyu P., S.P., M.M. melalui sesi “Generasi Muda sebagai Agen Konsumen Cerdas”. Ia menunjukkan bahwa SNI hadir dalam berbagai aspek kehidupan mahasiswa.

“Sejak perjalanan menuju kampus, penggunaan helm yang memenuhi standar menjadi bagian dari keselamatan. Di lingkungan kampus, berbagai peralatan laboratorium, perangkat elektronik, dan perlengkapan keselamatan juga berkaitan dengan penerapan standar,” ujarnya.

Mahasiswa didorong untuk menjadi konsumen yang kritis dengan memahami kesesuaian produk yang digunakan serta mengetahui hak untuk melaporkan produk yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Perspektif tersebut memperluas pemaknaan standardisasi di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai calon tenaga profesional, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai mutu, keamanan, dan kesesuaian produk.

Memperkuat Kampus Berdampak melalui Budaya Mutu

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran ITB sebagai ruang akademik yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan tantangan global. Pemahaman terhadap standardisasi menjadi salah satu bekal untuk membangun lulusan yang mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas, daya saing, dan keberlanjutan industri Indonesia.

Awarding Competition.

Sebagai penutup, diumumkan para pemenang Lomba Poster Standardisasi Mahasiswa. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya standarisasi melalui pendekatan kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap SNI. Pun dilakukan pembacaan deklarasi sebagai komitmen penerapan standardisasi di berbagai aspek kedepannya.

“Kompetisi ini menjadikan kami lebih aware terhadap apa saja aturan-aturan yang berlaku khususnya dalam pembuatan kecap yang kami jadikan objek lomba ini. Harapannya hardware dan technoware yang diterapkan di industri bisa semakin meningkat dan terjamin dengan diberlakukannya SNI atau ISO,” ujar Nazwa dan Meliana sebagai Juara pertama kompetisi poster tersebut.

#itb #sni goes to campus #perpustakaan itb #sni #standar nasional indonesia #industri berbasis standar #industri global #konsumen cerdas #kampus berdampak #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 17 #partnerships for the goals