Ganesha Business Festival 2026 Hadirkan Lebih dari 50 Stan Bisnis Mahasiswa SBM ITB
Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id — Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar Ganesha Business Festival (GBF) 2026 sebagai ruang pengembangan kewirausahaan mahasiswa, Sabtu (30/5/2026), di Summarecon Mall Bandung, dengan menghadirkan lebih dari 50 stan bisnis, talkshow inspiratif, sesi literasi finansial, hingga Investor Hunt.
Director of Marketing & Communications GBF 2026, Naila Sasikirana, mengatakan bahwa pameran ini menjadi puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian GBF 2026. Setelah peserta mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan bisnis, kegiatan ini menjadi ruang menunjukkan hasil nyata dari proses tersebut kepada publik.
“Exhibition ini bukan hanya tentang menampilkan hasil karya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, industri, investor, dan masyarakat umum dalam satu ekosistem bisnis yang nyata,” ujarnya.
.jpg)
Tahun ini, GBF 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Acara ini juga menargetkan jangkauan pengunjung hingga sekitar 10.000 orang. GBF 2026 dirancang dengan konsep yang menggabungkan pameran, edukasi, jejaring, dan hiburan dalam satu rangkaian acara.
Lebih dari 50 stan yang hadir, sekitar 40 di antaranya merupakan bisnis dan proyek mahasiswa SBM ITB. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah Pengenalan Rekayasa dan Desain, Prototyping untuk Kewirausahaan, Integrated Business Experience, hingga Business Practice.
Manager of Exhibition GBF 2026, Kayla Syafa M., menjelaskan bahwa pameran ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji ide bisnis mereka secara langsung di hadapan publik.
“Melalui exhibition ini, pengunjung dapat melihat langsung bagaimana mahasiswa mengembangkan ide menjadi produk atau bisnis yang nyata,” katanya.
.jpg)
Menurut Kayla, pengalaman tersebut memberi pembelajaran yang lebih konkret dibandingkan presentasi di kelas. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan calon pelanggan, menerima masukan, memahami kebutuhan pasar, melakukan penjualan langsung, serta melatih kemampuan menjelaskan nilai dari bisnis yang mereka bangun.
Selain pameran, GBF 2026 juga menghadirkan Investor Hunt, program yang mempertemukan bisnis potensial dengan calon investor. Melalui program ini, peserta berkesempatan melakukan pitching, mempresentasikan model bisnis, potensi pasar, serta rencana pengembangan usaha.
“Dengan adanya Investor Hunt, GBF 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran bisnis, tetapi juga wadah yang membuka peluang kolaborasi, pendanaan, serta pengembangan bisnis yang lebih serius dan berkelanjutan,” tutur Kayla.
Naila menambahkan, unsur hiburan dalam GBF 2026 dirancang untuk memperluas daya tarik acara, khususnya bagi generasi muda. Kehadiran bintang tamu dan aktivitas interaktif diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung untuk mengenal bisnis mahasiswa SBM ITB secara langsung.
.jpg)
Melalui GBF 2026, panitia berharap mahasiswa tidak hanya melihat bisnis sebagai aktivitas menjual produk, tetapi juga sebagai sarana menciptakan solusi bagi masyarakat.
“Pada dasarnya, bisnis hadir untuk menjawab kebutuhan dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Karena itu, kami berharap mahasiswa dapat melihat entrepreneurship sebagai cara untuk menciptakan dampak dan nilai yang lebih besar,” ujar Naila.
Dengan menggabungkan pameran bisnis, edukasi, jejaring, investor hunt, dan hiburan, GBF 2026 diharapkan dapat memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan di lingkungan ITB, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa ide bisnis mereka lebih dekat dengan pasar, industri, dan masyarakat.


.jpg)

.jpeg)

