Inkubator Negarawan Muda: Belajar Bernegara Sejak Dini
Oleh Ahmad Furqan Hala
Editor Ahmad Furqan Hala


Pramono Anung memberikan materi tentang pemimpin muda Indonesia. Pramono memberikan pendapatnya mengenai potensi-potensi yang dimiliki calon-calon pemimpin di Indonesia, juga berbagi pengalaman mengenai bidang politik. Berbeda dengan Pramono, Haru Suandharu memberikan materi bertajuk "Mengurai Benang Kusut di Indonesia". Haru Suandharu membeberkan permasalahan-permasalahan umum yang sedang dihadapi oleh Indonesia dari berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial dan juga politik. Sedangkan Shana Fathina memberikan materi mengenai pergerakan kemahasiswaan di Indonesia.
Tidak hanya diberikan materi, peserta yang menghadiri diskusi dan talkshow ini akan diberikan sebuah proyek untuk dilakukan. Untuk saat ini, setiap peserta diberikan waktu untuk melakukan presentasi mengenai hasil diskusi hari sebelumnya. Untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya, proyek yang diberikan tidak hanya berupa presentasi namun juga dapat berupa studi kasus atau lapangan dan semacamnya.
Diskusi dan talkshow ini diikuti oleh kurang lebih lima puluh peserta dari berbagai fakultas dan fakultas di ITB. Mahasiswa yang mengikuti acara ini sebagian besar berasal dari angkatan 2011 dan 2012 sebagai dua angkatan termuda.
"Walaupun sasaran dari acara ini adalah angkatan 2011 dan 2012, beberapa peserta tidak hanya berasal dari kedua angkatan termuda tersebut, melainkan juga dari angkatan 2010 dan bahkan angkatan-angkatan yang lebih senior. Jika melihat antusiasme ini, untuk selanjutnya kami berniat akan mengadakan pertemuan-pertemuan serupa setiap bulan, dengan pembicara-pembicara yang tidak kalah menarik tentunya," kata Destina Ratna (Fakultas Teknologi Industri 2012), sebagai koordinator acara ini.
Inkubator Negarawan Muda sendiri adalah komunitas diskusi yang dibentuk melalui acara ini. Setelah diskusi dan talkshow, peserta yang hadir akan dilantik sebagai anggota komunitas ini. Inkubator Negarawan Muda dibentuk sebagai suatu komunitas yang akan melakukan diskusi, tukar pendapat, dan berbagi inspirasi secara dua arah. Fungsi komunitas ini adalah sesuai dengan namanya, sebagai inkubator dan tempat berbaur untuk mahasiswa, dari Sabang sampai Merauke yang ingin belajar lebih mengenai kenegaraan.
"Arahan kabinet untuk acara ini adalah sebagai wadah untuk regenerasi dan pemupukan bakat untuk angkatan-angkatan yang muda, seperti angkatan 2012 maupun 2011. Inkubator negarawan muda ini dibentuk sebagai salah satu bentuk dan rangkaian dari pengaderan yang diwadahi oleh Kabinet KM di ITB, selain dari Diklat Dasar Aktivis Terpusat (DDAT), OSKM, dan lainnya. Harapannya adalah agar mahasiswa ITB saat ini dapat menjadi yang terbaik dimanapun, bisa belajar dan tahu hal-hal seperti kenegaraan dan realitas bangsa lebih dini, serta bisa belajar terbuka.
"Pak Haru Suandharu, saat memberikan materi mengenai permasalahan di Indonesia, mencontohkan sikap terbuka ini. Semua permasalahan yang ada di Indonesia buka-bukaan saja, tidak ditutup-tutupi. Yang penting apa yang akan dilakukan setelahnya. Walaupun memang belum ada kurikulum yang pasti mengenai Inkubator Negarawan Muda ini, kami harap setelah ini anggota komunitas ini mampu tampil lebih banyak dan memberikan impresi yang baik," kata Presiden KM-ITB 2012/2013, Anjar Dimara Sakti (Teknik Geodesi dan Geomatika 2008).