ITB Bekali Calon Mahasiswa Baru 2026 Hadapi Perkuliahan Sejak Dini
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
SUMEDANG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan kegiatan Pra-Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2026 di ITB Kampus Jatinangor pada Senin–Selasa (27–28/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi ITB dalam menyambut mahasiswa baru sejak dini sekaligus membekali mereka dengan berbagai informasi penting mengenai kehidupan akademik, lingkungan kampus, serta kesiapan menghadapi perkuliaha
Agenda ini diikuti oleh ribuan mahasiswa pada setiap sesi dan dibagi ke dalam empat sesi pelaksanaan selama dua hari. Selain memperoleh pengenalan mengenai sistem akademik ITB dan lingkungan Kampus Jatinangor, para mahasiswa juga mengikuti pemetaan kesiapan akademik, menerima jaket almamater, serta mendapatkan pembekalan mengenai aspek keselamatan dan keamanan di lingkungan kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi panjang ITB untuk menyambut mahasiswa baru sebelum penyambutan resmi yang akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026.
"Sejak pagi hari kami melanjutkan tradisi panjang di ITB, yaitu menyambut lebih awal mahasiswa yang telah diterima di ITB. Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan aspek-aspek dasar kegiatan akademik, lingkungan Kampus Jatinangor, sistem akademik ITB, hingga aspek keamanan di dalam maupun di luar kampus," ujar Prof. Irwan.
Ia menjelaskan bahwa pembekalan mengenai keamanan disampaikan dengan dukungan Polres Sumedang sebagai bentuk kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi mahasiswa baru. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti pemetaan awal kemampuan akademik yang menjadi bagian dari persiapan memasuki semester pertama, sekaligus menerima jaket almamater sebagai identitas resmi mahasiswa ITB.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam mengenal kehidupan kampus dan mempersiapkan diri menghadapi proses pembelajaran di ITB.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru beserta orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada ITB.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada para mahasiswa dan juga kepada para orang tua yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Institut Teknologi Bandung. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ITB. Amanah ini akan kami jaga dengan sebaik-baiknya, agar para mahasiswa dapat berkembang menjadi insan yang memberikan manfaat bagi keluarga, ITB, maupun bangsa Indonesia," tutur Prof. Irwan.
Sementara itu, Direktur Persiapan Bersama ITB, Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa Pra-Penyambutan Mahasiswa Baru merupakan rangkaian kegiatan untuk membekali mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan kehidupan kampus ITB, penyelenggaraan Tahap Persiapan Bersama (TPB), lingkungan Kampus ITB Jatinangor, aspek keselamatan dan keamanan di dalam maupun sekitar kampus, serta menerima jas almamater sebagai identitas mahasiswa ITB.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti simulasi Pemetaan Kesiapan Akademik (PKA). Menurut Prof. Fatimah, PKA merupakan fasilitas yang disediakan ITB untuk memotret kesiapan akademik mahasiswa baru dalam mengikuti perkuliahan semester pertama, khususnya pada mata kuliah sains dasar. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi ITB dalam merancang strategi pembelajaran dan pendampingan akademik yang lebih tepat sesuai kebutuhan mahasiswa.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru agar senantiasa menjaga semangat belajar serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan di ITB.
"Perjalanan akademik di ITB tentu tidak selalu berjalan mulus. Jatuh bangun adalah hal yang wajar. Yang membedakan bukanlah seberapa jauh seseorang berhasil, tetapi seberapa kuat ia bangkit ketika menghadapi kegagalan. Dari setiap kegagalan, kita belajar menjadi lebih baik untuk mencapai tujuan," ungkap Prof. Fatimah.
Selain sesi pembekalan, mahasiswa baru juga mengikuti simulasi pemetaan akademik (placement test) sebagai bagian dari identifikasi kesiapan awal, menerima jaket almamater, serta memperoleh pengenalan mengenai berbagai program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB); Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L); Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK); serta keselamatan berkendara di kawasan Jatinangor yang disampaikan bersama Polres Sumedang.
Melalui kegiatan Pra-Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2026, ITB berupaya memastikan mahasiswa baru memiliki bekal yang memadai untuk memulai perjalanan akademiknya. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen ITB dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung, aman, dan inklusif sejak hari pertama mahasiswa bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika ITB.
.jpeg)






