ITB Perluas Jaringan Global Mahasiswa Melalui Kolaborasi dengan Australia

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan dari delegasi Kedutaan Besar Australia pada Selasa (25/2/2025) di Ruang VIP, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung.

Agenda ini bertujuan dalam rangka mempererat kerja sama akademik dan penelitian antara Indonesia dan Australian.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan terdapat berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pertukaran mahasiswa.

"Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah peningkatan wawasan serta jaringan global bagi mahasiswa ITB melalui program-program internasional," ujar Prof. Tatacipta.

ITB dan berbagai universitas di Australia berupaya mengembangkan kurikulum bersama yang bertujuan untuk menyelaraskan standar pendidikan tinggi di kedua negara. Inisiatif ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas serta memahami perspektif global dalam berbagai disiplin ilmu. Pengembangan kurikulum bersama ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.

Dalam bidang penelitian, ITB dan berbagai universitas di Australia, berpotensi melakukan kolaborasi dalam berbagai bidang strategis, termasuk arsitektur, perencanaan kota, pengembangan smart city, teknik sipil, infrastruktur, ekonomi hijau, energi, mineral, serta teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

"Program penelitian bersama ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dalam berbagai tantangan global serta meningkatkan kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tuturnya.



Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas akademik, ITB dan mitra universitas di Australia juga dapat menyediakan program bersama untuk tingkat master dan doktoral. Program ini akan memungkinkan mahasiswa untuk menempuh studi di kedua institusi serta mendapatkan bimbingan dari dosen dan peneliti terbaik dari kedua negara.

Selain itu, ITB bersama universitas di Australia juga dapat mengembangkan berbagai program short course dan summer camp yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari kedua negara.

"Melalui berbagai program ini, mahasiswa dapat merasakan pengalaman belajar dan bekerja di lingkungan internasional, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap budaya dan sistem pendidikan di luar negeri," ungkap Prof. Tata.

Di sisi lain, Deputy Ambassador Australian Embassy, Gita Kamath mengungkapkan bahwa hubungan akademik antara Indonesia dan Australia telah terjalin lama, termasuk melalui program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di berbagai universitas di Australia. Selain itu, perwakilan dari Kedutaan Besar Australia juga menyoroti program-program jangka pendek yang dapat memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, seperti program tematik yang menyerupai Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara ITB dan institusi pendidikan di Australia, serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan akademisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di tingkat internasional.

#kunjungan #australianembassy #rektoritb