KIFW 2026: Mahasiswa Kriya ITB Terjemahkan Ramalan Masa Depan Lewat 150 Karya Fesyen dan Kriya

Oleh Chysara Rabani - Teknik Pertambangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Penampilan karya busana mahasiswa pada sesi Fashion Show KIFW 2026. (Dok. Panitia KIFW 2026)

BANDUNG, itb.ac.id - Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung ((FSRD ITB) menggelar perhelatan akbar tahunan Kriya ITB Fashion Week (KIFW) 2026. Acara yang berlangsung pada Senin dan Selasa (5-6/1/2026) ini sukses menyedot perhatian lebih dari 600 pengunjung di Aula Timur dan Aula Barat, ITB Kampus Ganesha.

Tahun ini, KIFW 2026 mengangkat tema futuristik bertajuk “Foreseeing The Unseen: Whispered Prophecies of Mankind’s Fate”. Lebih dari 150 karya dipamerkan, melibatkan kolaborasi lintas angkatan mahasiswa Kriya (angkatan 2022, 2023, dan 2024).

Ketua Pelaksana KIFW 2026, Aqila Devi Ramadanti (Kriya 2023), menjelaskan bahwa tema tersebut menantang mahasiswa untuk tidak sekadar membuat baju, melainkan melakukan riset tren (trend forecast). "Tema ini mengharuskan mahasiswa menganalisis gambaran masa depan dunia berdasarkan kejadian-kejadian berdampak besar di tahun sebelumnya, lalu menceritakannya kembali dalam bentuk karya fesyen," ujar Aqila.

Menurut Aqila, KIFW bukan hanya pameran estetika, melainkan representasi kemampuan riset mahasiswa dalam membaca isu sosial dan budaya, lalu mengolahnya menjadi gagasan visual.

Deretan karya busana dan eksplorasi tekstil mahasiswa Kriya ITB di area pameran. (Dok. Panitia KIFW 2026)

Peningkatan Skala dan Ragam Karya

Berbeda dengan pelaksanaan perdana pada 2025, KIFW 2026 mencatatkan peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas karya maupun area pelaksanaan. Jika sebelumnya hanya terbatas di satu lokasi, kali ini pameran meluas hingga menggunakan dua aula utama ITB (Barat dan Timur) untuk menampung lonjakan karya hingga dua kali lipat.

Ragam karya yang ditampilkan mencakup 47 karya Fashion (busana), 37 karya Craft and Image, 12 karya Craft Entrepreneurships, 13 karya Jewelry (perhiasan), dan 47 karya Eksplorasi Motif. Puncak acara dimeriahkan dengan Fashion Show yang menampilkan 47 karya busana dari mahasiswa semester 5 mata kuliah KR3001 Kriya dan Fashion.

“KIFW adalah ajang untuk menjawab pertanyaan publik tentang ‘apa itu kriya?’. Pameran ini adalah panggung yang menyatukan kreativitas dan kesadaran terhadap perubahan zaman,” kata Aqila.

Tantangan di Tengah Kesibukan Akademik

Antusiasme pengunjung saat mengamati detail karya di area pameran KIFW 2026. (Dok. Panitia KIFW 2026)

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia di balik layar. Aqila mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pelaksanaan KIFW tahun ini adalah manajemen waktu, mengingat persiapan acara berjalan beriringan dengan masa Ujian Akhir Semester (UAS).

"Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi kerja panitia di tengah padatnya tugas akademik dan UAS. Namun, berkat dukungan penuh dari Dekanat dan Kaprodi Kriya ITB, semua tantangan tersebut dapat teratasi dengan baik," katanya.

Selain pameran dan peragaan busana, KIFW 2026 juga menghadirkan sesi Talkshow yang mengundang praktisi industri kreatif, memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan pengunjung.

Aqila berharap, respons positif dan feedback yang diterima tahun ini dapat menjadi bahan bakar untuk pelaksanaan tahun depan.

“Saya berharap pameran Kriya ITB tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi terus berkembang sebagai ruang berkelanjutan bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berdialog dengan masyarakat luas,” katanya.

#itb berdampak #fsrd itb #kriya itb #kifw 2026 #kriya itb fashion week #mahasiswa berprestasi #industri kreatif #pameran karya mahasiswa #diktisaintek berdampak #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg12 #responsible consumption and production