Lakukan Riset di Jepang dan Korea Selatan, Mahasiswa ITB Ikuti Program Joint Supervision 2026

Oleh Difo Faizi Pratama - Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Mahasiswa Teknik Geofisika ITB, Swenly dan Nadya, melakukan acara makan bersama dengan mahasiswa asing di Laboratorium Kyushu University. (Dok. Nadya)

JEPANG dan KOREA SELATAN, itb.ac.id - Program Joint Supervision 2026 merupakan salah satu inisiatif strategis yang dirancang secara khusus untuk memperluas jejaring kolaborasi riset internasional Institut Teknologi Bandung (ITB). Program ini bertujuan menambah jumlah outbound student ITB ke luar negeri, guna mendapatkan input dan bimbingan langsung dari profesor serta peneliti bereputasi tinggi di universitas-universitas ternama di dunia.

Program ini diikuti oleh empat orang mahasiswa Teknik Geofisika, yaitu Swenly Yolanda, Nadya Putri Widjaya, Pricilia Owyneth Myndillian Latupeirissa, dan Farhan Elsano Chaniago, serta dua orang mahasiswa Teknik Geologi, yaitu Daffa Atalla Putra dan Ash Shiddiq Muadib Bale.

Pada penyelenggaraan tahun ini, mereka ditempatkan di tiga universitas, yaitu Kyushu University (Jepang), Inha University (Korea Selatan), dan The University of Tokyo (Jepang), mulai dari 28 Juni hingga 25 Juli 2026.

Daffa Atalla saat melakukan bimbingan dengan Prof. Takeshi Tsuji dari The University of Tokyo. (Dok. Daffa)

Para mahasiswa tersebut melakukan penelitian di bawah bimbingan langsung para ahli dan joint supervisor di universitas yang dikunjungi. Topik-topik riset yang diangkat difokuskan pada penyelesaian masalah kebumian dan energi terbarukan yang cukup kompleks, yang secara spesifik meliputi Analisis Sensitivitas Full Waveform Inversion (FWI) untuk delineasi plume CO2, Penggunaan teknologi Distributed Acoustic Sensing (DAS) VSP untuk delineasi plume CO2, dan Pengembangan metode monitoring CO2 yang terintegrasi.

Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam merasakan suasana belajar di luar negeri secara langsung. Daffa, salah seorang peserta Program Joint Supervision 2026, dalam sesi wawancara pada Selasa (1/9/2026) menyampaikan bahwa, “Berpartisipasi dalam program ini memberikan saya salah satu pengalaman paling bermakna sebagai mahasiswa. Saya memperhatikan bahwa mahasiswa di negara maju sangat teliti, disiplin, dan serius dalam melakukan pekerjaan mereka. Prof. Takeshi Tsuji Sensei sangat memperhatikan proses belajar saya dan memastikan bahwa saya benar-benar mendapatkan manfaat dari setiap sesi. Selain itu, beliau juga selalu menanyakan kabar saya setiap hari, yang sangat berarti bagi saya di negara asing. Secara keseluruhan, program ini memperluas wawasan saya mengenai seperti apa kehidupan akademis dan kehidupan sehari-hari di negara maju, dan saya pulang dengan pemahaman yang lebih jelas mengenai standar yang ingin saya terapkan pada diri sendiri.”

Shiddiq dan Daffa saat melakukan makan bersama di kediaman Prof. Takeshi Tsuji. (Dok. Daffa)

Selain itu, mereka harus beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, seperti yang disampaikan oleh Farhan, salah satu peserta lain. “Selama riset di Korea, kami dihadapkan pada banyak hal baru yang menuntut untuk beradaptasi. Di luar kegiatan akademik, rutinitas harian dalam menaiki subway dan bus, serta kehati-hatian dalam meneliti label komposisi demi mendapatkan makanan halal, menjadi kenangan yang membekas. Budaya tertib dan disiplin masyarakat setempat seperti saat mengantre dan menyeberang jalan menjadi inspirasi berharga yang memotivasi kami untuk terus menerapkan kebiasaan baik sekembalinya ke tanah air,” ujarnya.

Farhan dan Pricilia befoto bersama dengan mahasiswa Inha University di Laboratorium Petroleum Engineering. (Dok. Farhan)

Pelaksanaan Joint Supervision ini bertitik tolak dari komitmen strategis ITB dalam mewujudkan visi World Class University (WCU), meningkatkan kapasitas riset lintas disiplin, serta kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah bertaraf internasional. Sebagai implementasi nyata dari program tersebut pada klaster ilmu kebumian tahun ini, pelaksanaannya disinergikan dengan upaya proaktif ITB dalam menjawab tantangan global terkait solusi energi berkelanjutan dan manajemen bawah permukaan.

#itb #fttm itb #teknik geofisika itb #teknik geologi itb #joint supervision #joint supervision 2026 #mahasiswa itb #riset internasional #kolaborasi internasional #kolaborasi riset #outbound student #mobilitas mahasiswa #kyushu university #inha university #the university of tokyo #jepang #korea selatan #geofisika #geologi #carbon capture and storage #ccs #monitoring co2 #full waveform inversion #distributed acoustic sensing #energi berkelanjutan #world class university #sdg 4 pendidikan berkualitas #sdg 7 energi bersih dan terjangkau #sdg 9 industri inovasi dan infrastruktur #sdg 13 penanganan perubahan iklim #sdg 17 kemitraan untuk mencapai tujuan