Mahasiswa Desain Interior ITB Raih Terbaik I Duta Bahasa Jawa Barat 2026
Oleh Khalifah Hanif - Mahasiswa Desain Interior, 2023
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Akmal Musthofa, meraih gelar Terbaik I Duta Bahasa Provinsi Jawa Barat 2026. Dengan capaian tersebut, Akmal akan mewakili Jawa Barat dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September 2026.
Akmal menerima penghargaan tersebut dalam Final Raya Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, pada Mei 2026.
Prestasi itu diraih Akmal ketika tengah menyelesaikan tugas akhirnya di ITB. Ia menilai kegiatan di bidang bahasa dan literasi memiliki keterkaitan erat dengan keilmuan desain interior yang ditekuninya.
.jpg)
Tugas akhir Akmal berjudul “Redefinisi Perpustakaan Umum Sukabumi: Perancangan Ruang Literasi Publik yang Inklusif dengan Pendekatan Budaya Sunda”. Melalui karya tersebut, ia menggabungkan pendekatan desain ruang dengan isu literasi, bahasa, dan pelestarian budaya Sunda.
Menurut Akmal, sejumlah data dan referensi yang digunakannya dalam Pemilihan Duta Bahasa juga mendukung proses penyusunan tugas akhir. Ia menerapkan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing, ke dalam gagasan perancangan ruang literasi publik.
“Saya percaya bahwa kuliah di mana pun dan jurusan apa pun tidak membatasi ruang kita untuk bergerak dan berkembang ke depannya,” ujar Akmal saat ditemui di Bandung, Jumat (19/6/2026).
Setelah menyelesaikan pendidikan, Akmal berencana tetap berkarier di bidang desain interior. Namun, ia juga ingin terus membawa isu literasi, sastra, bahasa, dan pengembangan perpustakaan ke dalam karya-karyanya.
.jpg)
Ketertarikan Akmal terhadap dunia literasi telah tumbuh sejak kecil melalui kegiatan menulis cerita pendek dan mendongeng. Pada 2023, puisinya terpilih dalam kompetisi tingkat nasional dan diterbitkan dalam antologi berjudul Sajak Nabastala.
Ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial berbasis literasi. Akmal berpartisipasi dalam proyek Tutur Kami yang memberikan pendampingan literasi kepada anak-anak dari kelompok marginal di kawasan Dago Elos, Bandung. Selain itu, ia mengembangkan program Rekahasa yang menyasar anak-anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).
.jpg)
Dalam proses pemilihan, Akmal berhadapan dengan peserta dari beragam latar belakang dan pengalaman, termasuk pembawa acara profesional serta alumni Mojang Jajaka. Ia mengatakan keyakinan untuk memanfaatkan kemampuan yang dimiliki menjadi salah satu modalnya selama mengikuti kompetisi.
“Gunakan apa yang kita miliki sebaik mungkin. Prinsip itu menjadi motivasi saya untuk tetap yakin meskipun banyak orang yang lebih cemerlang di luar sana,” katanya.

Melalui perannya sebagai Duta Bahasa Jawa Barat, Akmal ingin mendorong generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Menurutnya, penggunaan bahasa yang baik tidak harus selalu disampaikan secara kaku, tetapi dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Akmal kini mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional dan membawa sejumlah gagasan mengenai literasi, bahasa, budaya, serta ruang publik yang inklusif.
.jpeg)
.jpeg)




