Mahasiswa Teknik Geologi ITB Jelajahi Teknologi Hidrogen di Ehime University Jepang Melalui Sakura Science Exchange Program
Oleh Mely Anggrini - Mahasiswa Metereologi, 2022
Editor Anggun Nindita

Tim Teknik Geologi ITB melakukan kunjungan ke Ehime Toyota pada Rabu (5/2/2025).
BANDUNG, itb.ac.id - Mahasiswa Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 2022, Febrian Rafi Rafirsta, baru saja menyelesaikan program pertukaran akademik di Ehime University Jepang, melalui Sakura Science Exchange Program. Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi Teknik Geologi ITB dan Ehime University dengan tujuan membahas penerapan serta pengembangan teknologi hidrogen dalam berbagai industri.
Program ini berlangsung dari Minggu-Sabtu (2-8/2/2025). Agenda tersebut diikuti oleh Rafi bersama empat mahasiswa S1 lainnya, dua mahasiswa S2, satu mahasiswa S3, serta dua dosen pembimbing, yaitu Dr. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., dan Dr. Idham Andri Kurniawan, S.T., M.T.
Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan Thermal Laboratory Tour di Ehime University pada Selasa (4/5/2025).
Selama masa pertukaran, tim dari ITB meneliti teknologi hidrogen, termasuk mesin boiler hidrogen milik Miura Kogyo serta mobil bertenaga hidrogen (Toyota Mirai) dari Toyota. Sebelum keberangkatan, tim telah melakukan riset awal mengenai keunggulan dan tantangan dalam pemanfaatan hidrogen di Jepang. Salah satu tantangan utama adalah tingginya biaya produksi hidrogen akibat metode elektrolisis yang masih kurang efisien.
“Topik dari exchange ini adalah Principles of Hydrogen Energy and Its Application in Industry. Energi hidrogen masih merupakan hal baru di Indonesia, bahkan belum ada teknologi berbasis energi hidrogen yang digunakan secara massal oleh masyarakat,” ujar Rafi.
Namun, Tim ITB menemukan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan hidrogen alami melalui proses serpentinisasi batuan ultramafik. Dengan luas area batuan ultramafik yang menempati peringkat keempat di dunia, Indonesia memiliki peluang besar dalam eksplorasi hidrogen alami sebagai sumber energi alternatif. Oleh karena itu, Tim ITB berusaha menjalin kolaborasi dengan para peneliti Jepang untuk mengeksplorasi potensi tersebut lebih lanjut.
Tim Teknik Geologi ITB melakukan kunjungan ke Miura Kogyo pada Senin (3/2/2025).
Selama di Jepang, Rafi mengaku banyak mendapatkan wawasan baru. Ia melihat perbedaan besar antara kondisi teknologi di Jepang dan Indonesia. Meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam berupa pertambangan, Jepang mampu menciptakan teknologi efisien seperti Boiler Hidrogen dari Miura Kogyo dengan efisiensi 105% dan mobil hidrogen (Toyota Mirai) yang dapat menempuh lebih dari 800 km.
Tak hanya dari segi teknologi yang mumpuni, pengalaman sosial juga menjadi hal berharga bagi seluruh peserta program. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana masyarakat Jepang sangat tekun dalam melakukan pekerjaan mereka, serta menjalankan SOP pekerjaan dengan baik. Selain itu, mereka juga sangat senang untuk berinteraksi dengan kami,” ungkap Rafi. Interaksi dengan masyarakat setempat memberikan wawasan baru tentang budaya kerja dan kehidupan sosial di Jepang bagi Rafi dan mahasiswa lainnya.
Rafi menyadari bahwa ilmu geologi memiliki cakupan yang lebih luas dari yang ia bayangkan. Bahkan, energi hidrogen alami pun termasuk dalam ranah geologi.
“Professor Masayuki Sakakibara selaku dosen pembimbing dari Ehime University turut menekankan bahwa ilmu geologi tidak hanya tentang eksplorasi sumber daya alam, tetapi juga dapat memperhatikan aspek sosial akibat segala rekayasa geologi,” jelas Rafi.
Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa, Rafi sangat merekomendasikan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris dan Jepang. “Memang ini program yang singkat, tapi sangat membuka relasi bagi Indonesia dan Jepang, baik dalam hal kolaborasi maupun transfer ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Reporter: Mely Anggrini (Meteorologi, 2022)