ITB Hadirkan Teknologi Filtrasi Sederhana untuk Mendukung Penyediaan Air Bersih di Dumai

Oleh --- -

Editor Muhammad Efriza Pandia


DUMAI, itb.ac.id – Akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah yang memanfaatkan air gambut sebagai sumber air. Kondisi tersebut turut dirasakan warga Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Provinsi Riau.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Kelompok Keilmuan Kimia Analitik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), menghadirkan teknologi penyediaan air bersih berbasis filtrasi pasir lambat (slow sand filtration).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) di Masjid Al-Furqan, Kelurahan Bukit Timah, ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Bottom Up ITB 2026.

Air gambut yang digunakan masyarakat memiliki karakteristik khusus, antara lain kandungan bahan organik yang dapat memengaruhi kualitas fisik air. Berbagai teknologi pengolahan air memang telah dikembangkan, tetapi sebagian di antaranya membutuhkan biaya operasional yang relatif tinggi, bahan kimia tambahan, dan keterampilan teknis khusus.

Karena itu, tim ITB memperkenalkan teknologi filtrasi yang sederhana, ekonomis, dan dapat dioperasikan oleh masyarakat secara mandiri. Sistem tersebut memanfaatkan sejumlah media penyaring, seperti kerikil, pasir, karbon aktif, dan zeolit, untuk membantu meningkatkan kualitas air.

Selain memasang instalasi filtrasi, tim yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan alumni pascasarjana Program Studi Kimia FMIPA ITB juga memberikan pelatihan kepada masyarakat. Warga dibekali pengetahuan mengenai komposisi material, pengoperasian, serta perawatan alat agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut melibatkan warga dan karang taruna setempat. Camat Dumai Selatan, Aldi Lubis, S.Sos., M.IP., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap penerapan teknologi serupa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah lain.

Ketua Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Ir. Muhammad Ali Zulfikar, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengatakan bahwa teknologi filtrasi pasir lambat dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan air gambut.


“Komposisi material yang digunakan telah melalui pengujian di laboratorium dan dirancang agar dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat. Selain itu, warga juga mendapatkan panduan untuk menakar komposisi material serta merawat sistem filtrasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ITB tidak hanya menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya air di lingkungannya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan air yang lebih layak untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.


Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB, serta Jurusan Kimia FMIPA Universitas Riau.

#pengabdian #pengabdian masyarakat #filtrasi air #air bersih #sdg6 #clean water and sanitation #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg12 #responsible consumption and production #sdg13 #climate action