ITB dan TUV NORD Perkuat Kolaborasi Bioekivalensi Melalui Joint Laboratory

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Farmasi memperkuat kolaborasi dengan dunia industri melalui pengembangan Joint Laboratory bersama PT TUV NORD Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan Inaugurasi dan Seminar “Pre-Bioequivalence Prediction: Bridging In Vitro Data and Clinical BE Outcomes” yang berlangsung di Multipurpose Hall, Gedung CRCS, ITB Kampus Ganesha, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan riset, pengujian, serta layanan di bidang farmasi, khususnya biofarmasetika dan bioekivalensi.

Mendorong Hilirisasi Riset melalui Kolaborasi Akademik dan Industri
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan bentuk kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan riset dan publikasi, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil kepakaran akademik oleh industri dan masyarakat.

“Kerja sama seperti ini merupakan contoh nyata kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi dan dunia industri yang dilandasi oleh rasa saling percaya, kesepahaman, dan kesamaan visi,” ujar Rektor ITB.


Melalui Joint Laboratory, ITB mendorong agar kegiatan riset dapat diarahkan menuju hilirisasi sehingga hasil pengembangan ilmu pengetahuan tidak berhenti pada tahap akademik, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi penguatan kapasitas riset dan layanan kefarmasian nasional.

Rektor juga menekankan pentingnya sektor kesehatan sebagai salah satu sektor yang vital dan strategis bagi Indonesia. Dengan keanekaragaman hayati serta sumber daya manusia yang memiliki kepakaran di berbagai bidang, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian dan mengambil peran lebih besar dalam bidang farmasi dan kesehatan.

Perkuat Riset Biofarmasetika dan Bioekivalensi
Sementara itu, Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof. apt. Diky Mudhakir, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Joint Laboratory menjadi wadah untuk mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan nyata industri farmasi.

“Joint Laboratory ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara perguruan tinggi dan industri farmasi, sehingga kepakaran akademik dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil industri,” tutur Diky.


Ruang lingkup kolaborasi mencakup penelitian dan pengujian, pengembangan metode, pelatihan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penerapan ilmu pengetahuan dalam menghasilkan solusi praktis bagi masyarakat.

Fokus riset dan pengujian diarahkan pada bidang biofarmasetika dan bioekivalensi. Melalui fokus tersebut, kolaborasi diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengujian sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan industri.

Seminar yang menjadi bagian dari kegiatan inaugurasi tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari 40 industri atau perusahaan dan 13 perguruan tinggi. Komposisi peserta tersebut menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus ketertarikan yang kuat terhadap pengembangan pengetahuan dan kapasitas di bidang bioekivalensi.

Diky berharap kerja sama yang dibangun dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada kegiatan inaugurasi, tetapi menjadi model kolaborasi jangka panjang yang produktif dan berkelanjutan.

Hadirkan Fasilitas Pendukung yang Terintegrasi
Pengembangan Joint Laboratory juga didukung oleh infrastruktur yang dirancang untuk menunjang kebutuhan kegiatan pengujian dengan memperhatikan aspek mutu dan keselamatan.

Fasilitas tersebut meliputi Lobby Area, Recreation Lounge, Volunteers Room untuk laki-laki dan perempuan, Blood Sampling Area, Medical Check Up Area, Sample Preparation Room, Pharmaceutical Storage Room, dan Instrumentation Room.

Selain fasilitas utama tersebut, tersedia Meeting Room, Musholla, Dining Room, Pantry, Nurse Room untuk laki-laki dan perempuan, Pure Water Supply Room, Chemical Storage Room, serta Waste Storage Room.


Rangkaian fasilitas tersebut mendukung berbagai kebutuhan dalam kegiatan laboratorium, mulai dari persiapan dan pengelolaan sampel, penyimpanan bahan farmasi, penggunaan instrumen, hingga fasilitas pendukung bagi relawan dan tenaga yang terlibat dalam kegiatan pengujian.

Ketersediaan fasilitas yang terintegrasi diharapkan dapat menunjang pelaksanaan kegiatan secara lebih optimal sekaligus mendukung penerapan standar mutu dan keselamatan dalam pengujian farmasi.

Kembangkan Kapasitas Pengujian Farmasi
Managing Director PT TUV NORD Indonesia, Herdiansyah, S.Pt., M.Kom., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ITB merupakan bagian dari upaya mengembangkan fasilitas dan layanan laboratorium pengujian bioekivalensi serta pengujian farmasi di ITB.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya untuk mendukung pengembangan fasilitas dan layanan laboratorium. Melalui kolaborasi ini, ITB dan PT TUV NORD Indonesia berupaya membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Herdiansyah menjelaskan, kolaborasi dirancang sebagai model pembelajaran dua arah. Akademisi dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan dan tantangan industri, sementara industri dapat memperoleh pendekatan ilmiah serta kepakaran akademik untuk mendukung pengembangan produk dan proses.

PT TUV NORD Indonesia merupakan penyedia layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2002 dan memiliki pengalaman global lebih dari 150 tahun.

Ke depan, PT TUV NORD Indonesia juga berkomitmen mengeksplorasi peluang kerja sama dengan fakultas dan sekolah lain di ITB. Pengembangan kolaborasi lintas bidang tersebut diharapkan dapat turut memperkuat infrastruktur pengujian dan sertifikasi di Indonesia.

Jaga Mutu dan Keberlanjutan Kolaborasi
Rektor ITB menekankan bahwa keberlanjutan kerja sama perlu didukung oleh tata kelola yang baik serta keandalan mutu layanan laboratorium. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kolaborasi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi ITB, mitra industri, maupun masyarakat.

Sementara itu, seminar “Pre-Bioequivalence Prediction: Bridging In Vitro Data and Clinical BE Outcomes” menjadi ruang untuk mempertemukan akademisi, pakar, dan pemangku kepentingan industri dalam membahas perkembangan pengujian bioekivalensi.

Melalui diskusi dan pertukaran pengetahuan tersebut, ITB dan PT TUV NORD Indonesia berharap dapat membuka peluang kolaborasi lanjutan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan riset, inovasi, dan layanan kefarmasian nasional.

#sekolah farmasi #sf itb #riset #kolaborasi #sdg3 #good health and well being #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals