OSKM ITB 2026 Jadi Ruang Mahasiswa Baru Mengenal Diri, Belajar, dan Bertumbuh Bersama

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


JATINANGOR, itb.ac.id — Ribuan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 2026 memulai perjalanan sebagai mahasiswa melalui Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB 2026 di ITB Kampus Jatinangor, 19-22 Agustus 2026.

OSKM merupakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa, bagian dari rangkaian Kaderisasi Awal Terpusat (KAT) ITB. KAT ITB 2026 hadir sebagai ruang untuk mengenal diri, belajar, dan bertumbuh bersama dalam lingkungan yang terbuka bagi setiap individu.

Menjadi Mahasiswa, Memikul Tanggung Jawab Lebih Luas

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa mengenakan jaket almamater ITB menjadi penanda bahwa mahasiswa baru telah memasuki fase baru dalam kehidupan mereka.

Ia menyebut masa perkuliahan sebagai bagian penting dalam proses perubahan dari masa remaja menuju dewasa muda. “Mahasiswa itu artinya mulai punya tanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada masyarakat kita,” katanya.

Menurut Prof. Tata, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tidak terlepas dari dukungan dan pengorbanan banyak pihak. Oleh sebab itu, ilmu yang diperoleh mahasiswa pada akhirnya diharapkan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Banyak yang ikut mendukung, banyak yang ikut berkorban supaya ITB ini bisa terselenggara, supaya kita tambah pintar, supaya kita kemudian bisa mengabdi kembali bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Lima Bekal Menjalani Kehidupan di ITB

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan lima hal yang menurutnya penting dimiliki mahasiswa untuk menjalani kehidupan di ITB, yakni sehat jiwa, sehat raga, penuh adab, sehat rasa, dan sehat karya.

Sehat jiwa berarti memiliki mental yang kuat, spiritualitas yang baik, serta keberanian memahami diri sendiri. Sehat raga berarti mahasiswa didorong menjaga kebugaran dan memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga yang tersedia di ITB Kampus Jatinangor. Terkait penuh adab, Rektor mengingatkan bahwa kebebasan dan hak individu tetap berada dalam ruang kehidupan bermasyarakat sehingga mahasiswa perlu menghormati budaya, adat, aturan, dan nilai yang berlaku.

Mahasiswa juga diajak memiliki sehat rasa, yaitu keseimbangan antara kemampuan berpikir logis dengan kepekaan terhadap seni, budaya, dan lingkungan sekitarnya. Adapun sehat karya diwujudkan dengan memanfaatkan kesempatan selama menjadi mahasiswa untuk menghasilkan karya sebaik-baiknya melalui kemampuan, imajinasi, dan kreativitas.

KM ITB: Mahasiswa Perlu Berani Berpikir Kritis dan Berempati

Pesan mengenai tanggung jawab mahasiswa juga disampaikan Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB 2026/2027, Nahdah Nabillah.

Ia mengajak mahasiswa baru memahami bahwa memasuki perguruan tinggi membutuhkan perubahan pola pikir dari seorang siswa menjadi mahasiswa. Menjadi bagian dari KM ITB, menurutnya, juga berarti menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang perlu peka terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.

Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan pendapat, tetapi juga perlu banyak mendengar, memahami realitas, dan membangun empati terhadap masyarakat.

“Teman-teman harus makin banyak mendengar, tidak hanya berani berbicara, tapi juga melihat realita dan berempati kepada sekitar,” ujarnya.

Nahdah mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan kehidupan kemahasiswaan sebagai ruang belajar. KM ITB dapat menjadi “laboratorium” bagi mahasiswa untuk mencoba berbagai hal, belajar dari kegagalan, berinteraksi dengan banyak orang, dan mengembangkan keberanian berpikir secara mandiri.

#oskm itb 2026 #kat itb 2026 #mahasiswa baru itb #itb kampus jatinangor #keluarga mahasiswa itb #km itb #kehidupan kampus #pengembangan mahasiswa #pendidikan karakter #sdg 4 quality education #sdg 3 good health and well being #sdg 16 peace justice and strong institutions