PPAr ITB Gelar Wisuda Perdana, Cetak Lulusan Profesional yang Berintegritas dan Berorientasi pada Masyarakat
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id — Program Profesi Arsitek (PPAr) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Wisuda Program Profesi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) untuk pertama kalinya pada Sabtu (23/5/2026) di Aula Timur, Kampus Ganesha ITB. Sebanyak 11 wisudawan resmi menyelesaikan pendidikan profesi dan siap mengemban tanggung jawab sebagai arsitek profesional yang berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Sarjana Arsitektur dan Profesi Arsitek ITB, Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi tonggak penting bagi penyelenggaraan pendidikan profesi arsitek di ITB.
Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan, para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga menjalani praktik profesional di luar kampus serta berkolaborasi dalam berbagai kegiatan lintas disiplin. Selain itu, para wisudawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia sehingga menghadirkan keragaman pengalaman akademik dan profesional yang memperkaya proses pembelajaran.
“Para lulusan diharapkan dapat menjadi representasi arsitektur Indonesia di masa depan dengan membawa nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan dalam setiap karya arsitektur yang dihasilkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Dr. Eng. Puspita Dirgahayani, S.T., M.Eng., yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SAPPK ITB, Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan.
“Saudara menjadi bagian dari sejarah baru profesi arsitek di ITB,” tuturnya.
Menurutnya, profesi arsitek tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga jejaring internasional. Dalam konteks tersebut, dukungan mitra industri memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman nyata melalui keterlibatan pada proyek perancangan, pengalaman multidisiplin, serta pengenalan langsung terhadap dunia kerja.
Ia menambahkan bahwa pendidikan profesi arsitek menjadi sarana untuk mempersiapkan lulusan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman yang terus berkembang.
“PPAr memperkuat mandat ITB, tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga memiliki karakter dan integritas,” ujarnya.
Dr. Allis menegaskan bahwa arsitek memiliki peran strategis dalam membentuk ruang hidup, membangun lingkungan binaan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang inklusif dan bermartabat. Karena itu, lulusan PPAr ITB diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga nurani, kebijaksanaan, kemampuan bekerja lintas disiplin, dan komitmen terhadap etika profesi.
“Ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari pengabdian yang lebih luas. Jadilah profesional yang dekat dengan masyarakat, menjaga alam, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mampu menjawab tantangan global,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Ar. Dr. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM, IAI, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda perdana PPAr ITB.
Ia menilai kehadiran program profesi arsitek menjadi langkah penting dalam memperkuat eksistensi dan peran profesi arsitek di Indonesia. Menurutnya, profesi arsitek masih perlu semakin dikenalkan kepada masyarakat luas melalui kampanye yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur ekosistem profesi.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional, Ar. Mario Wibisono, menyampaikan bahwa pendidikan profesi arsitek tidak hanya berfokus pada perancangan ruang dan bangunan, tetapi juga menciptakan ruang bagi manusia untuk bertumbuh dan berkembang.
“PPAr tidak hanya merancang ruang dan kehidupan, tetapi juga ruang untuk bertumbuh. Ini merupakan langkah awal yang tepat untuk menjadi seorang arsitek. Selamat berkarya,” ujarnya.
Melalui wisuda perdana ini, ITB menegaskan komitmennya dalam menghasilkan arsitek profesional yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan pembangunan di masa depan.






