Eksplorasi Alam dan Pendidikan: Rektor ITB Tanam Bibit Sonokeling di Gunung Geulis

Oleh Yohana Aprilianna - Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, 2021?

Editor Anggun Nindita

SUMEDANG, itb.ac.id - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Jajaran Pimpinan mengadakan kegiatan hiking ke Gunung Geulis, pada Rabu (29/1/2025). Gunung Geulis sendiri merupakan laboratorium alam Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. Gunung yang terletak di Kabupaten Sumedang ini dikelola oleh ITB dengan hak pengelolaan seluas 331 hektare yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Salah satu daya tarik Gunung Geulis adalah puncaknya yang relatif rendah, dengan ketinggian sekitar 1.803 meter di atas permukaan laut, sehingga menjadi destinasi eksplorasi alam yang menarik.

Kegiatan ini diikuti pula oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; Kepala Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari, Prof. Dr.rer.nat Poerbandono, S.T., M.M.; Dosen dari Kelompok Keahlian (KK)Geofisika Global, Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T, M.Sc.; Dosen dari KK Estetika dan Ilmu-ilmu Seni Dr. Irma Damajanti, S.Sn., M.Sn.; dan alumni Teknik Perminyakan ITB Ikhrom Eko Hari Saputro.

Sebanyak 20 peserta turut serta dalam perjalanan yang dimulai pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini didampingi oleh tim pengelola, yaitu Dosen dari KK Manajemen Sumber Daya Hayati, Dr. Ir. Endang Hernawan, M.T., dan Dr. Sopandi Suryana, serta didukung oleh mandor, Rukmana, dan asisten mandor, Tegar. Perjalanan menuju puncak memakan waktu sekitar dua jam, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah serta penanaman bibit sonokeling.



Sebanyak 12 bibit sonokeling ditanam karena ketersediaan bibit yang ada. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyalurkan kecintaan terhadap alam sekaligus meninjau kondisi lapangan di laboratorium SITH.

Dr. Endang mengatakan persiapan yang dilakukan untuk agenda ini cukup singkat. Namun agar kegiatan terlaksana dengan maksimal, ada beberapa hal yang perlu dipastikan, antara lain trek aman untuk hiking yang tentunya aman dari risiko longsor, kemudian adanya persiapan bibit, dan lubang tanam.

Beliau menyatakan kawasan hutan ini tengah dikembangkan guna Mendukung Pendidikan di ITB. Saat ini prosesnya masih dalam tahap penataan batas dan penyusunan rencana pengelolaan untuk membuat blok-blok dan kompartemen.

"Nantinya, diharapkan akan ada blok khusus untuk prodi lain di Gunung Geulis, seperti studio untuk SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan), blok pengukuran untuk FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian), dan sebagainya," ujarnya.

“Mudah-mudahan semakin banyak yang tertarik di gunung geulis ini, mari sama-sama membangun gunung geulis ITB menjadi selain sarana pendidikan menjadi ikon ITB,” pungkas Dr. Endang

Reporter : Yohana Aprilianna (Perencanaan Wilayah dan Kota, 2021)

#rektoritb #laboratoriumalam #gununggeulis #sith