Pengabdian Masyarakat HIMAFI dan KMKL ITB, Tanam Mangrove Perkuat Proteksi Pesisir Karawang dari Abrasi

Oleh Muhammad Syahrul Tasyrifan - Teknik Geodesi dan Geomatika

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Aksi Tanam Mangrove Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) dan Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL) Bersama Warga Desa Cemarajaya, Sabtu (6/12/2025) (Dok. Community Service HIMAFI X KMKL)

KARAWANG, itb.ac.id – Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir Karawang menggugah semangat mengabdi Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) dan Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL) melalui konservasi mangrove sebagai upaya penanggulangan abrasi di Desa Cemarajaya, Karawang, yang dilaksanakan pada 29 November 2025 dan 6 Desember 2025.

Abrasi telah menghantam wilayah pesisir Karawang dalam beberapa tahun terakhir dan memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir, termasuk di Desa Cemarajaya. Kemunduran garis pantai yang terjadi secara masif telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat setempat, menyebabkan kerusakan permukiman, infrastruktur jalan, lahan produktif, serta menurunnya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Bahkan, banyak masyarakat Desa Cemarajaya yang terpaksa harus direlokasi ke permukiman baru yang lebih layak dan berada cukup jauh dari pesisir akibat rusaknya rumah tinggal mereka akibat tergerus ombak.

Realita ini yang menjadi penggerak mahasiswa HIMAFI dan KMKL berkontribusi dalam membantu penanganan permasalahan abrasi yang terjadi di Desa Cemarajaya. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa bersama masyarakat setempat melaksanakan aksi penanaman mangrove sebanyak 300 bibit di area pesisir seluas kurang lebih 300 hektare. Penanaman mangrove bertujuan melindungi dan memperkuat proteksi pantai dari abrasi melalui sistem perakaran yang mampu menahan arus dan sedimen. Jenis mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini adalah Api-api (Avicennia Marina), jenis ini merupakan spesies pionir yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir dengan tingkat salinitas dan abrasi yang relatif tinggi.

“Pelaksanaan penanaman sempat mengalami kendala akibat pasang laut yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga kegiatan baru dapat dimulai pada siang hari. Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi, dengan keterlibatan karang taruna, relawan, serta perangkat desa yang turut membantu proses penanaman dan pembersihan pantai. Partisipasi ini menjadi penguat harapan kami agar kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat perlindungan pantai Desa Cemarajaya dari abrasi,” ujar Nabiel Putra Santosa (Mahasiswa Teknik Kelautan, 2022)

Edukasi interaktif mengenai abrasi di wilayah pesisir berbasis prototype, Sabtu (29/11/2025) (Dok. Divisi Community Service HIMAFI)

Selain melibatkan masyarakat Desa Cemarajaya, kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar anak-anak sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana abrasi sejak usia dini. Sebanyak 30 anak tingkat sekolah dasar dilibatkan dalam kegiatan sekolah mangrove yang dilaksanakan bekerja sama dengan komunitas Rumah Baca RODA di Desa Cemarajaya. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada isu abrasi pesisir serta peran penting mangrove dalam melindungi pantai. Proses pembelajaran disampaikan secara interaktif melalui penggunaan alat peraga dan buku panduan (handbook) sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah dan menarik bagi anak-anak.

Penanaman Bibit Mangrove Bersama Anak-Anak Rumah Baca RODA, Sabtu (29/11/2025) (Dok. Divisi Community Service HIMAFI)

Tak hanya mendapatkan edukasi melalui kegiatan sekolah mangrove, anak-anak diajak terlibat langsung (hands on) di lapangan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove. Keterlibatan ini dirancang agar anak-anak mendapat pembelajaran melalui pengalaman secara langsung di lapangan dalam proses pelestarian lingkungan pesisir. Melalui pengalaman ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian, tanggung jawab, serta kesadaran anak-anak terhadap lingkungan dan tempat tinggalnya sejak usia dini.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat mengapresiasi antusiasme anak-anak yang terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi demonstrasi prototype dan penanaman mangrove bersama. Semoga semangat dan keceriaan mereka tetap terjaga di tengah tantangan abrasi yang dihadapi, serta tumbuh menjadi harapan bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Anggrita Naya (Mahasiswa Fisika, 2022).

#sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg14 #life below water #sdg15 #life on land #sdg17 #partnerships for the goals #institut teknologi bandung #itb #pengabdian masyarakat #mahasiswa itb #konservasi mangrove #abrasi pesisir #karawang #desa cemarajaya #himafi itb #kmkl itb #pesisir berkelanjutan #edukasi lingkungan